INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan mereview ekspor beras kerena target pencapaiannya meleset jauh. Pasalnya dari 100 ribu ton yang ditargetkan tercapai pada Juni 2009, realisasinya hanya tercapai 2.000 ton saja.
Ini disebabkan ekspor beras ini tidak bisa dibatasi waktunya karena terlalu banyak faktor, termasuk faktor pembelinya juga.
Menurut Menteri Pertanian, Anton Apriyantono yang penting dibatasi itu adalah volumenya. "Nanti akan kita bicarakan lagi karena Menkeu sudah mengatakan akan mereview lagi," ujarnya di Gedung Menteri Keuangan, Jakarta, Selasa (16/6).
Makanya perlu perpanjangan waktu hingga satu tahun. Misalnya harus dipaksa Juni selesai, itu tidak bisa karena banyak faktor yang dipertimbangkan.
"Yang belinya juga siapa, harganya gimana, itu saja baru prosesnya. Belum nanti di sininya perlu waktu lagi. Yang penting volumenya harus dibatasi dan jelas, mengenai waktu tidak pengaruh, maksimum 100.000 ton," imbuhnya.
Dia juga menguatarkan kebutuhan dalam negeri sudah cukup, tidak ada masalah. "Sebanyak 100 ribu ton itu nggak ada artinya, itu buat Indonesia hanya sehari," tandasnya.
Ia menambahkan, ekspor 2010 selalu optimis tapi tergantung hasil produksi tahun ini, dan yang namanya produksi sangat tergantung musim. "Kalau musimnya baik baru kita bisa ekspor," kata Anton. [cms]