INILAH.COM, Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menetapkan peringkat obligasi mudharaba subordinasi PT Bank Syariah Muamalat (Muamalat) tetap A-(idn).
Fitch dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/6), menyebutkan penetapan peringkat tersebut berdasarkan peningkatan pembiayaan bermasalah (non-performing financing/'NPF') pada kuartal pertama 2009, selain ketidakpastian kondisi ekonomi yang terus berlangsung diprediksi akan mempengaruhi kualitas aktiva dan tingkat permodalan bank.
Pembiayaan bermasalah (NPF) Bank Muamalat meningkat drastis pada kuartal pertama 2009 yang mencapai 6,4 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya 4,3 persen di 2008 dan 3,0 persen di 2007.
Sedangkan tingkat NPF ini lebih tinggi dari rata-rata NPF perbankan syariah yang berkisar 5,1 persen.
Fitch menilai Bank Muamalat telah melakukan langkah-langkah antisipatif dengan meningkatkan pemantauan debitur dan melakukan restrukturisasi dini.
Bank ini juga mampu menurunkan tingkat pencadangan pembiayaan bermasalah dari 34 persen dan 88 persen di tahun 2008 dan 2007 menjadi 24 persen di kuartal pertama 2009. Tingkat pencadangan ini jauh dibawah rata-rata industri yang berkisar 104 persen.
"Meskipun seluruh pembiayaan bank memiliki jaminan yang dapat mengurangi risikonya, namun tingkat pencadangan yang lebih tinggi lebih diutamakan," demikian Fitch Ratings.
Muamalat berencana meningkatkan tingkat pencadangannya hingga mencapai sekitar Rp 300 miliar di akhir tahun 2009.
Meskipun total rasio kecukupan modal (CAR) meningkat menjadi 12,1 persen karena adanya dukungan dari obligasi mudaraba subordinasi yang diterbitkan di tahun 2008, namun tingkat permodalan Bank Muamalat masih berada pada kisaran yang rendah dibandingkan tingkat permodalan rata-rata perbankan nasional terutama modal inti bank yang mencapai 8,8 persen di kuartal pertama 2009.
"Apabila ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini terus berlanjut dan mempengaruhi kualitas aktiva, kemungkinan akan terjadi peningkatan tekanan terhadap CAR bank yang diprediksi mencapai 10 persen di akhir tahun 2009," tulis Fitch.
Sementara itu para pemegang saham Muamalat merencanakan penambahan modal di tahun 2010 guna memperkuat CAR bank.
Bank Muamalat yang didirikan ditahun 1991 merupakan bank syariah pertama di Indonesia. Dengan pangsa pasar sekitar 28 persen, Muamalat merupakan penyedia jasa perbankan syariah terbesar kedua di Indonesia. Pemegang saham terbesar Muamalat adalah Islamic Development Bank yang berbasis di Saudi Arabia dengan kepemilikan 28 persen di akhir tahun 2008.[*/hid]