INILAH.COM, Jakarta - Hasil penilaian tersebut harus dikonformasi kepada manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Manajemen BUMI Rabu besok harus menghadap Bapepam-LK untuk menjelaskan akusisi tersebut setelah ada penilaian dari MAPPI.
Hal itu dikatakan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah setelah lama mengikuti presentasi MAPPI secara di Gedung Bapepam, Selasa petang (16/6). Besok rencananya BUMI harus menghadap Bapepam. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana hasilnya kita tunggu Bapepam saja, jawabnya singkat.
Erry juga enggan berkomentar soal nilai akusisi 3 perusahaan yang dilakukan BUMI dianggap terlalu mahal. Saya tidak mau berkomentar, katanya.
Di kalangan pasar telah beredar informasi bahwa berdasarkan penilaian Yanuar Bye, akusisi Dewa sebesar Rp 2,412 triliun. Namun hasil penilaian MAPPI sebesar US$ 4,7 miliar. Sedangkan untuk PT Fajar Bumi Sakti menurut MAPPI sebesar US$ 2,47 miliar dan dianggap terlalu tinggi oleh MAPPI. Karena tidak mencerminkan harganya, jadi harus ada penyesuaian Rp 370 miliar. Untuk PT Pendopo Coal dari penilaian MAPPI sebesar US$ 1,3034 miliar dianggap fair dan tidak perlu ada penyesuaian.[san/hid]