Selasa, 29 Mei 2012 | 04:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dandossi Matram
BUMI Berpotensi Technical Rebound
Oleh: Ahmad Munjin
web - Rabu, 17 Juni 2009 | 10:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (17/6) diprediksikan mengalami technical rebound menyusul konsolidasi panjang sebelumnya. Investor direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp3 ribu hingga akhir tahun.

Pengamat pasar modal, Dandossi Matram mengatakan secara teknikal emiten tambang ini akan rebound, menyusul masa konsolidasi yang berkelanjutan. Menurutnya, BUMI tetap akan menguat, meski kenaikannya tidak terlalu besar. Saham batu bara thermal ini, bahkan diprediksikan tidak memiliki potensi turun di bawah Rp2000 dalam waktu dekat.

"Melihat track racord-nya sulit bagi BUMI untuk turun di bawah Rp2 ribu. Bisa saja BUMI turun di bawah 2000 tapi pada akhirnya akan ditutup di atas level Rp2 ribu," katanya kepada INILAH.COM di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (16/6) kemarin, saham BUMI ditutup turun 25 poin (1,19%) ke level Rp2.075, dibandingkan posisi sebelumya di level pada posisi Rp2.100. Harga tertingginya pada level Rp2.075 dan harga terendahnya Rp1.960. Sedangkan volume transaksi mencapai 555,9 juta lembar saham senilai Rp 1,1 triliun dan frekuensi 11.302.

Berikut ini petikan lengkap wawancara INILAH.COM dengan Dandossi Matram.

Bagaimana pergerakan BUMI hari ini?
Menyusul empat hari sebelumnya yang mengalami penurunan terus-menerus, BUMI hari ini akan mengalami technical Rebound. Meskipun kenaikannya tidak terlalu besar, namun BUMI tetap akan menguat.
Saya tidak melihat potensi turun pada saham BUMI. Melihat track record-nya, sulit bagi BUMI turun di bawah Rp2 ribu. Meski sepanjang perdagangan, BUMI bisa turun di bawah Rp2 ribu, tapi ditutup selalu di atas Rp2 ribu. BUMI punya peluang untuk naik Rp50 hingga Rp100.

Faktor fundamental apa yang mendukung penguatan BUMI?
BUMI secara korporasi tidak ada masalah. Memang harganya turun beberapa pekan terakhir. Namun, itu hanya akibat pemodal yang fokus pada saham lain yang belum bergerak naik. Artinya, tidak ada sesuatu yang menkhawatirkan dari pelemahan BUMI beberapa pekan terakhir. Apalagi kalau kita lihat indeks masih kuat di atas level 2.000-an yang menunjukkan hanya terjadi switching dari BUMI ke saham lain. Pada saatnya, pemodal akan kembali melirik BUMI.

Apakah ada sentimen eksternal lain yang akan menjadi penopang penguatan BUMI?
Saya meyakini peluang penguatan saham Bakrie Group, khususnya BUMI sangat besar. Dengan kondisi politik saat ini pasangan capon presiden/wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto (JK-WIN) semakin tinggi elektabilitasnya. Kondisi harus juga menjadi petimbangan investor untuk melirik saham Group ini.
Aburizal Bakrie sebagai pemilik Bakrie Group merupakan pihak yang berada di bawah naungan JK-WIN. Menurut saya, peluang kemenangan JK-WIN pada saatnya akan mendongkrak saham Bakrie Group termasuk BUMI. Ini seharusnya memberikan kontribusi yang positif kepada saham-saham Grup Bakrie terutama BUMI.

Seberapa erat keterkaitan kemenangna JK-WIN dengan penguatan saham BUMI?
Begini, suka tidak suka kinerja dari suatu emiten sangat dipengaruhi oleh kekuasaan politik. Karena itu, saya yakin tren penguatan capres JK, akan memberikan imbas positif terhadap saham-saham Grup Bakrie. Ini saya pikir tinggal menunggu waktunya untuk investor melihat kondisi ini.
Secara bertahap, lanjut Dandossi, pelaku pasar akan kembali mengumpulkan saham-saham Bakrie Group terutama BUMI. Begitu JK-WIN berpeluang besar untuk menang akan cukup kuat mengangkat saham Bakrie.

Bagaimana dengan hasil keputusan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) terkait tiga akuisisi BUMI?
Menurut saya, jika ternyata hasilnya menyatakan akuisisi itu kemahalan dan dibatalkan seharusnya berdampak positif bagi BUMI. Karena, BUMI bisa menghemat dananya. Begitu juga sebaliknya, jika ternyata harga akuisisi itu dinilai wajar, tidak akan merubah harga saham BUMI saat ini. Karena harga hari ini sudah memperhitungkan akuisisinya.
Karena itu, apapun keputusan Mappi, sebetulnya akan memberikan dampak positif bagi kinerja BUMI. Sebenarnya tidak ada suatu hal yang luar biasa yang ditunggu investor. Investor hanya tinggal menunggu hasilnya saja apakah jadi-tidaknya akuisisi itu. Ujung-ujungnya hanya itu sebenarnya. Tidak ada suatu hal yang luar biasa. Jadi, apapun keputusan Mappi tetap menguntungkan BUMI.

Kalau begitu, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham sejuta umat ini. Setelah itu hold untuk jangka panjang. Menurut saya, target harga BUMI bukan pada level Rp2.500 melainkan Rp3 ribu. Itu bisa tercapai di akhir tahun dan rumusnya BUMI tetap bergerak naik. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.