inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bapepam: Penilai BUMI Tidak Bersalah

Headline
Ahmad Fuad Rahmany - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Susan Silaban
Rabu, 17 Juni 2009 | 14:34 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bapepam-LK mengakui dari hasil penilaian Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) Kantor Akuntan Publik Yanuar Bey dan Rekan tidak bersalah.

Hal ini diakui Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany di Gedung Bapepam-LK, Jakarta, Rabu (17/6). Fuad menanggapi hasil penilaian Yanuar Bey, selaku Penilai Independen terhadap akusisi atas 3 perusahaan yang ditunjuk PT Bumi Resources Tbk yang dinyatakan kemahalan oleh MAPPI.

"Kata MAPPI, mereka (Yanuar Bey) bukan untuk transaksi tetapi order yang lain. Jadi, posisi dia tidak bersalah," tegas Fuad.

Sementara itu, Kabiro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK Robinson Simbolon mengakui, nilai tidak wajar PT Fajar Bumi Sakti senilai Rp300 miliar. "Ya, mungkin ada sekitar Rp300 miliaran lah," tegas Robin.

Dalam pertemuan MAPPI tadi malam, ternyata nilai aksusisi Fajar Bumi tidak wajar dan diatas nilai wajarnya.

Manajemen BUMI menunjuk Yanuar Bey, selaku Penilai Independen ditunjuk PT Bumi Resources Tbk, untuk melakukan penilaian atas 3 akusisi yang dilakukan oleh BUMI. Nilai akusisi 3 perusahaan mencapai Rp6,18 triliun. PT Darma Henwa dinilai sebesar Rp2,412 triliun, PT Fajar Bumi Sakti dinilai Rp2,475 triliun sedangkan nilai akusisi untuk PT Pendopo Coal mencapai Rp1,304 triliun. Nilai akusisi tersebut mencapai Rp6,18 triliun.[san/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
Betul @ Rabu, 17 Juni 2009 | 18:17 WIB
Betul Sekali!!!
Setiawan @ Rabu, 17 Juni 2009 | 15:11 WIB
Tergantung pesanan. Salah atau benar dilihat dari sudut yang mana !!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.