INILAH.COM, Washington - Anggaran Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk sejumlah hal yang dianggap krusial akhirnya diloloskan Kongres AS. Namun, tambahan anggaran militer sempat a lot karena penerbitan foto-foto kekerasan perang di sejumlah negara di Timur Tengah.
Anggaran yang disetujui itu ditujukan bagi operasi militer di sejumlah negara Timur Tengah, penanganan flu babi, dan bantuan Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar US$ 106 miliar (Rp 1,08 triliun). Sebanyak 202 dari 226 anggota Kongres menyetujui anggaran itu.
Sekitar US$ 79,9 miliar (Rp 820 triliun) akan digunakan untuk membiayai operasi militer di Irak dan Afganistan. Dana tersebut juga digunakan untuk menangani tahanan di penjara Guantanamo.
Diskusi mengenai anggaran tambahan militer sempat alot karena Senat melarang penerbitan foto-foto kontroversial yang memperlihatkan kekerasan pada perang Irak dan Afganistan oleh serdadu AS. Obama telah mengirim sebuah surat ke negosiator, berjanji meneruskan langkah hukum dan administratif agar foto-foto itu tidak diterbitkan.
Untuk virus H1N1 atau yang lebih dulu dikenal sebagai flu babi, pemerintah menganggarkan dana US$ 7,7 juta. Sementara IMF kebagian jatah US$ 8 miliar. Menurut anggota Kongres Partai Demokrat David Obey yang sangat memperjuangkan negosiasi anggaran itu, ada beberapa penolakan di antara anggota Kongres terkait bantuan IMF.
"Ini merupakan kenyataan yang pahit, kami harus berpartisipasi di dunia. Saat dunia guncang, kami memiliki tanggung jawab untuk menstabilkan situasi perekonomian dunia," papar Obey seperti dikutip CNN, Kamis (18//6).[vin/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !