INILAH.COM, Jakarta - Pasangan Mega-Prabowo bukan tak mampu memasang iklan kampanye Pilpres. Tapi Tim Pemenangan Mega-Pro mengeluhkan iklan mereka terhambat dipublikasi media.
"Bukan tidak ada duit. Kami bukan nggak bisa bayar. Tapi kok medianya tidak ada yang mau yah? Kita nggak tahu mengapa begitu? Beda kalau dari partai penguasa, media langsung mau," kata anggota Tim Pemenangan Mega-Prabowo Ganjar Pranowo dalam diskusi 'Menelisik dana kampanye' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).
Sekreraris FPDIP ini mengatakan, sebagai partai oposisi tidak mudah bagi PDIP mengagalang dana kampanye. Dana yang terkumpul Rp 15 miliar adalah dana gabungan dari kubu Mega dan Prabowo.
"Donatur kita galang dan cari. Tidak mudah kita menggalang dana sebagai opoisi. Kalau kita mau lihat berapa dana kampanye capres, ya lihat saja dari belanja-belanja besar di situ dilihat berapa dana yang masuk," paparnya.
Ia mengatakan, Mega-Pro mendapat sokongan dukungan tidak dalam bentuk dana saja. Tapi ada juga yang berbentuk atribut atau kendaraan.
"Kita tak memaksakan. Kalau tidak ada ya tidak ada apa-apa, bisa dengan sumbangsih tenaga," tandasnya. [ikl/ana]