INILAH.COM, Jakarta - AMD didesak agar tidak menggunakan nama Congo untuk perangkat elektronik semacam komputer atau ponsel, karena wilayah itu banyak terjadi korban jiwa. AMD memilih nama Congo sebagai sungai di Afrika.
AMD biasa menamai chipnya dengan nama sungai. Dalam blognya David Sullivan mengatakan, Democratic Republic of the Congo negara yang banyak menghasilkan mineral penting untuk bahan produk semacam laptop ultra tipis, menjadi wilayah konflik mematikan.
Blogger di Daily Kos juga memasukkan komplain ke Chief Executive AMD Dirk Meyer pekan lalu. Jubir AMD John Taylor mengatakan perusahaan itu menyesal. "Kode nama itu bisa dilihat dari kontek yanag seluruhnya berbeda, katanya.
AMD mulai menggunakan nama 2nd Generation Ultrathin Platform dan tidak lagi Congo sebagai bagian transisi nama sebelum produk final dilaunching. "BlogDaily Kos membantu memfinalkan proses yang sudah berjalan. Kode nama itu sudah menuju pensiun, katanya.
Kejadian ini bukan pertama bagi perusahaan teknologi. Pada 2003, Intel dipaksa mengganti nama chip Itanium dari Tanglewood menjadi Tukwila. Hal itu untuk mencegah pertentangan dengan Tanglewood Music Center di Massachusetts.
Microsoft juga mengalami masalah dengan mesin pencarinya Bing di China. Nama itu memiliki bermacam arti di bahasa Mandarin, termasuk sakit. Sebagai gantinya versi China Bing diganti menjadi "biying" yang berarti harus merespon.[ito]