inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Prabowo: Stop Akal-akalan Demokrasi

Headline
Prabowo Subianto - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Kamis, 18 Juni 2009 | 18:57 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Cawapres Prabowo meminta dihentikannya upaya dan pemikiran mengakal-akali demokrasi. Salah satunya dengan pemboikotan atas iklan milik capres Mega-Prabowo.

Prabowo mengatakan bangsa Indonesia telah memilih demokrasi sebagai alat untuk mewujudkan cita-cita bernegara. Sudah semestinya jika seluruh elemen bangsa menjaga demokrasi agar berjalan dengan benar.

"Kita telah memilih demokrasi, jadi mari kita jaga, jangan dibuat mainan. Pemikiran akal-akalan harus dihilangkan," katanya di hadapan lebih dari seribu orang massa KPIT Bersatu yang memadati areal Gedung Perwayangan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (18/6).

Prabowo menyayangkan bahwa saat ini masih terjadi tindakan yang justru bertentangan demokrasi. Pemboikotan iklan kampanye tidak sesuai dengan demokrasi.

"Ini perampasan terhadap hak, khususnya hak untuk menyatakan pendapat," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung terjadinya pengurangan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilpres 2009 di sejumlah daerah. Padahal, sesuai laporan justru terjadi peningkatan jumlah pemilih terdaftar dibandingkan dengan jumlah pemilih saat pemilu legislatif lalu.

"Ada apa ini? Jangan-jangan yang dikurangi TPS di basis Mega-Prabowo," tanyanya.

Pada bagian lain, Prabowo juga meminta KPU selaku penyelenggara pilpres agar menaati jadwal tahapan pilpres yang telah ditetapkan. Ia berharap waktu pelaksanaan pilpres yang ditetapkan pada 8 Juli tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, Ketua Umum KPIT Bersatu Muhammad Ebit Boy T mengatakan, untuk memenangkan pasangan Mega-Prabowo pihaknya telah menyiapkan kader militan sebagai tim sukses yang akan turun "door to door dan sebagai saksi.

"Kami juga akan segera melakukan pertemuan konsolidasi kepala-kepala suku dan kepala adat se-Kawasan Indonesia Timur di Manokwari, Irian Jaya Barat," pungkasnya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.