INILAH.COM, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi sedang melakukan sejumlah persiapan untuk mencegah penyebaran virus H1N1 atau yang lebih dikenal sebagai flu babi di negara mereka. Sebab, akhir tahun ini jamaah haji dari seluruh dunia akan datang untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Pemerintah setempat menemukan empat kasus baru di dua kota suci, Mekkah dan Madinah pada awal pekan ini. Menurut Depkes Saudi, seorang bocah Malaysia berusia sembilan tahun terinfeksi di sebuah hotel.
"Di Madinah, tiga anak juga sudah terdiagnosa dengan virus H1N1," demikian pernyataan tertulis Depkes yang dilansir AFP, Jumat (19/6).
Secara nasional, 12 kasus baru telah diumumkan dalam dua hari ini, sehingga jumlah total pasien menjadi 29 sejak virus pertama kali muncul di negar itu pada 3 Juni lalu.
Juru bicara Depkes Khaled Marghlani mengkhawatirkan musim umrah dan haji tahun ini antara Agustus hingga Desember mendatang. Ia menyatakan pemerintahnya telah bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta lembaga internasional lainnya untuk mematangkan rencana antisipasi itu.
"Kami sadar seluruh dunia juga khawatir, tapi kami bekerja dengan keras. Orang-orang yang datang ke sini adalah tamu Allah," ujarnya. Depkes juga telah menyiapkan stok obat-obatan dan antivirus seperti Tamiflu sekitar 10% dari 25,3 juta populasi. Tamiflu dianggap efektif untuk bagi pasien flu babi pada tahap awal. [vin/nuz]