INILAH.COM, Washington - Ketika wawancara dengan sebuah media beberapa hari lalu, Presiden AS Barack Obama menepuk seekor lalat hingga tewas. Ulahnya itu mendatangkan kecaman dari kelompok aktivis pecinta hewan, PETA.
"Kami mendukung tindakan yang penuh kasih sayang untuk semua hewan, tak peduli sekecil apapun mereka. Jika manusia bisa bertindak dengan penuh kasih sayang, sudah seharusnya mereka memperlakukan hewan dengan cara itu pula," ungkap Jubir PETA, Bruce Friedrich, seperti dikutip JustJarred, Jumat (19/6).
Adegan menepuk lalat itu terjadi saat Obama diwawancarai oleh CNBC beberapa hari lalu di Gedung Putih. Cuplikan wawancara itu cukup sensasional dan langsung mendapat jutaan hit di internet. Terutama setelah sang presiden sendiri tak tahan untuk tak membahasnya.
Namun PETA tersinggung, apalagi kamera langsung menyorot bangkai lalat itu dari dekat. Untuk mencegah presiden ke-44 itu menepuk lalat-lalat lainnya, mereka mengirimkan sebuah alat penangkap lalat dan serangga bernama 'Katcha Bug Humane Bug Catcher'.
Dengan alat itu, lalat atau serangga rumahan yang mengganggu bisa dijebak, kemudian dibebaskan di luar rumah. PETA berharap sang presiden bisa menunjukkan rasa kasih sayang yang lebih terhadap hewan. [vin]