INILAH.COM, Jakarta-Terlahir dari keluarga seniman besar Idris Sardi, tidak membuat Lukman Sardi jadi besar kepala menapak di dunia akting. Selangkah demi selangkah karir akting dilakoninya dengan penuh kesabaran. Hasilnya, boleh dibilang figur Lukman Sardi termasuk artis karakter yang banyak dicari sutradara.
Aktor kelahiran 14 Juli 1971 ini pun tidak pernah berhenti belajar. Peran demi peran yang ditawarkan kepadanya pun dijajal bagai orang yang sedang orgasme katanya. Waduh...?
Maksud akting dan orgasme apa?
Dalam melakukan suatu peran, ada proses pendekatan dan latihan yang harus dilakukan oleh setiap pemain. Berakting bukan asal dengar kata sutradara action!saja, tapi harus coba dipahami dan digauli. Ibarat orang sedang melakukan hubungan, harus ada yang ditahan dan dikeluarkan secara total ketika chemistry peran sudah di dapat. kayak orang orgasme ajah. He...he...he..
Awal terjun ke dunia peran bagaimana?
Dulu, cita-cita gue sebenarnya adalah ingin menjadi tentara. kelihatannya keren dan gagah dengan seragamnya. Tapi sesudah SMA minat gue malah kuliah jurusan hukum. Awal terjun di akting waktu gue ikut film pendek yang berjudul Durian terus lanjut casting film GIE.
Ada yang mengajarkan akting?
Nggak ada. Yang ngajarin gue adalah alam. Gue nggak pernah belajar akting. Mungkin ini bakat yang sudah dikasih tuhan buat gue. Di luar gue punya rasa empati yang tinggi terhadap sesuatu sehingga berguna untuk urusan akting.
Ada peran yang belum dilakoni?
Ada.Gue pengen jadi cewek 100 %. Buat gue akting menjadi cewek menantang banget untuk dilakoni. Gue juga kepingin main di film yang bertema drama romantis.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !