INILAH.COM, New York - Bursa ditutup mix pada perdagangan Jumat (19/6), sektor tehnologi, keuangan, dan ritel mencatatkan keuntungan namun sektor energi dan utilitas bergerak sebaliknya.
Pasar memulai perdagangan dengan pergerakan positif yang didorong oleh laporan mengenai angkatan kerja dan manufaktur sehari sebelumnya. Namun adanya pemberitaan korporasi dan ekonomi yang dilansir Jumat, mengurangi kekuatan untuk mengulangi reli.
Kekawatiran trader tumbuh terkait pemulihan ekonomi yang terlihat beberapa minggu terakhir belum cukup signifikan. Saham pun sudah letih untuk terus naik.
"Sebenarnya pemulihan ekonomi tidak perlu diragukan lagi, namun para investor lebih memilih konsolidasi dibanding meneruskan kenaikan indeks," ujar chief equity market strategist Federated Investors Phil Orlando.
Pada perdagangan Jumat (19/6), Dow Jones melemah 15,87 poin (0,2%) ke 8.539,73. Sedangkan S&P 500 naik 2,86 poin (0,3%) ke 921,23 dan Nasdaq naik 19,75 poin (1,1%) ke 1.827,47.
Selama sepekan ini, ketiga indeks ditutup melemah sejak 11 Mei lalu. Dow turun 3%, S&P 500 2,6%, dan Nasdaq 1,7%. Bursa melemah usai dirilisnya data-data ekonomi sejak awal pekan ini, termasuk data angkatan kerja. Trader pun melakukan antisipasi usai membukukan keuntungan dalam jangka pendek.
Sementara itu, indeks regional seluruhnya mengalami kenaikan. Nikkei naik 0,9%, FTSE 100 naik 1,5%, DAX naik 0,04%, dan FAC-40 naik 0,9%.[mre]