INILAH.COM, Jakarta Nokia Research Centre di Cambridge Inggris mengembangkan prototip produk yang luar biasa. Dengan perangkat itu, ponsel tidak perlu discharge lagi. Sistem itu mengumpulkan energi listrik dari gelombang radio untuk menyalakan ponsel.
Sistem itu tampaknya masih jauh dari kenyataan dan butuh waktu untuk mewujudkannya. Ponsel Nokia akan menangkap gelombang radio dari berbagai frekuensi dan memanennya menjadi sumber listrik.
Nokia berharap ponselnya itu bisa mengumpulkan listrik hingga 50 milliwatt. Saat ini prototip baru bisa menghasilkan 5 milliwatt padahal perlu 20 milliwatt agar ponsel bisa beroperasi tanpa perlu discharge ulang.
Seperti dilaporkan oleh Koran Guardian, Nokia Research Centre mengatakan teknologi itu perlu tiga hingga lima tahun untuk dikembangkan. Dalam rentang itu diasumsikan untuk pertama kalinya radio elektromagnetik diaplikasikan ke produk konsumer.
Bulan ini Palm mengenalkan charger wireless Touchstone untuk Palm Pre. Touchstone itu menggunakan metoda charging induktif. Perangkat seperti itu paling banyak digunakan pada sikat gigi elektrik.[ito]