INILAH.COM,Jakarta - Sejumlah stasiun televisi sempat menolak menayangkan iklan politik Mega-Prabowo. Tetapi, kubu Mega Pro bergeming. Mereka tetap tidak akan merevisi iklan kampanye walaupun ditolak oleh stasiun TV. Sebab, data yang ada dianggap telah berdasar fakta.
"Mengenai angka, mengenai pengangguran dan pekerjaan itu sudah mengacu angka resmi. Kita telah mengacu pada fakta," kata Penasihat Tim Kampanye Nasional Mega Pro, Hasjim Djojohadikusumo di Jakarta, Sabtu (20/6).
Hasjim menambahkan tidak ada alasan stasiun tv untuk menolak tayangan iklan. Sebab KPI menyatakan tidak ada unsur pelanggaran. "Karena itu bukan black campaigne. Saya menduga stasiun TV nya mengalami tekanan dari pihak tertentu supaya masyarakat Indonesia tidak mendapatkan informasi yang akurat," ujarnya.
Kebebasan Pers, lanjut Hasjim, harus dihargai karena keberadaanya telah melebihi undang-undang. "Harus ada fair play, Kalau kita fitnah orang dengan fakta
yang tidak benar maka wajar kalau ditolak," jelasnya.
Menurutnya, Timkamnas Mega Pro juga tidak akan melakukan revisi terhadap iklan yang sudah ditolak oleh stasiun Televisi. "Kita tidak ada revisi. Kita nggak pakai itu. Karena ini kan bagian dari pembenaran. Apalagi KPI kabarnya sudah menyatakan tidak ada alasan untuk menolak," cetus Hasjim. [ton]