INILAH.COM, Jakarta - Inflasi bulan Juni 2009 ini akan berpotensi turun secara year on Year. Bulan Juni tahun ini tidak didahului kenaikan BBM seperti tahun lalu.
Hal tersebut dikatakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A Sarwono sesuai launching reformasi pajak jilid dua di Gedung Dhanapala Departemen Keuangan Jakarta, Senin (22/6).
Menurutnya, faktor yang mempengaruhi adalah pada Juni tahun lalu ada kenaikan harga BBM sehingga inflasi tinggi. "Secara based tahun lalu ada kenaikan harga BBM, sebagai shock adjustment, secara YoY akan turun. Jangan terlalu kaget kalau inflasi YoY nya turun," ujarnya.
Menurutnya inflasi akan turun nanti akan di evaluasi secara keseluruhan dalam fluktuasi batas normal. "Jadi nggak usah terlalu kaget," kata Hartadi. [war/hid]