INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar Rp4,497 triliun (5,3%) pada triwulan I-2009, tumbuh sebesar Rp228,2 miliar dibanding periode yang sama 2008 senilai Rp4,269 triliun.
Dari paparan kinerja perseroan ke BEI, Senin (22/6) disebutkan pendapatan ini terdiri dari kontribusi dari pendapatan layanan seluler, data tetap dan telepon tetap sebesar 74%, 16% dan 10% secara berurutan.
Pendapatan seluler tumbuh sebesar sebesar 2,6% menjadi Rp3,337 triliun dibanding periode yang sama 2008 sebesar Rp3,251 triliun. Ini disebabkan kenaikan jumlah pelanggan sebesar 25,8% walaupun adanya penurunan Pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU).
Per 31 Maret 2009, jumlah pelanggan seluler Indosat adalah 33,3 juta pelanggan atau tumbuh sebesar 6,8 juta pelanggan. Sedangkan ARPU seluler adalah sebesar Rp30,625 atau turun sebesar 28,4% dibandingkan tahun lalu yang disebabkan kompetisi tarif di pasar yang semakin meningkat yang dimulai sejak awal tahun 2008 bersamaan dengan dampak dari turunnya tarif interkoneksi di bulan April 2008.
Dalam hal trafik, rata-rata menit pemakaian (MOU) sebesar 94,1 menit, tumbuh sebesar 21,0% terhadap TW1-08, utamanya disebabkan adanya peningkatan trafik outgoing oleh pelanggan dengan tarif murah. Pendapatan fitur naik sebesar 22,5% sebagai dampak dari meningkatnya jumlah SMS yang terkirim sebesar 40% walaupun bersamaan dengan penurunan tariff SMS.
Pendapatan Data Tetap (MIDI) tumbuh sebesar 16,1% dari Rp612,3 miliar di TW 1-08 menjadi Rp711 miliar di TW I-09.
Peningkatan ini utamanya disebabkan adanya kenaikan permintaan atas layanan internet, IPVPN, sewa jaringan, aplikasi dan jaringan data digital oleh pelanggan korporat. Pendapatan Telepon Tetap(Telekomunikasi Tetap) meningkat dari Rp405,6 miliar di TW 1-08 menjadi Rp449,3 miliar di TW1-09. Pertumbuhan sebesar 10,8% dibandingkan tahun sebelumnya ini disebabkan meningkatnya pendapatan dari layanan Sambungan Langsung Internasional (SLI) sebagai dampak dari terus terjadinya depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika, khususnya pendapatan dari telepon incoming dalam bentuk Dolar Amerika.
Komitmen belanja modal untuk TW1-09 sebesar Rp989,1 miliar, dialokasikan untuk Rp252,8 miliar untuk jaringan seluler, Rp709,5 miliar untuk telekomunikasi tetap, data tetap, infrastruktur dan anak perusahaan, Rp22,7 miliar untuk teknologi informasi dan, Rp4,2 miliar untuk aktivitas regional dan properti. [cms]