INILAH.COM, Jakarta - Bukan rahasia lagi jika seks rutin memberikan banyak manfaat secara psikologis maupun kesehatan fisik kepada suami-istri. Namun bagaimana dengan kondisi pasangan yang terkena penyakit jantung? Apakah harus berhenti ML?
Jika dibilang harus berhenti ML, tidak juga. Karena seks rutin banyak memberikan kontribusi kepada penderita penyakit jantung. Nah, agar ML dapat berjalan lancar, ada trik-trik khusus yang harus dilakukan agar ML dapat berjalan nyaman, seperti yang dikutip dari situs askmen.com.
Bagi mereka yang baru saja mengalami serangan jantung, sebaiknya saat ML berada pada posisi pasif dan tidak mengeluarkan banyak tenaga.
Posisi ML yang disebut aman adalah posisi yang biasa dilakukan. Posisi tidur, di mana pasien berada di bawah, menyamping berhadapan muka, atau dari belakang, atau juga posisi duduk di mana pasangan berada di atas pasien merupakan beberapa posisi yang dianjurkan.
Kalau saat sedang ML terjadi jantung berdebar-debar dan pernapasan cepat dalam 10-15 menit pasca ML, kemudian terdapat rasa lelah yang sangat, denyut jantung tak teratur, perasaan pusing, pening, atau pandangan gelap (black-out), nyeri dada, serta sejumlah gejala disfungsi seksual, segeralah laporkan pada dokter.
Segera konsultasikan dengan dokter serta konseling bersama pasangan, juga akan sangat membantu proses pemulihan sekaligus mengembalikan fungsi seksual yang optimal.
Jelaslah sudah, penderita penyakit jantung pun masih mampu mendapatkan pengalaman seks maksimal. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !