INILAH.COM, Semarang - Prabowo Subianto terheran-heran dengan sosialisasi Pilpres Satu Putaran yang memakai alasan menghemat anggaran. Menurut Prabowo, akan lebih irit lagi jika Indonesia menggunakan sistem kerajaan.
"Kalau mau irit, gunakan sistem kerajaan saja dengan menunjuk," kata Prabowo usai temu wicara dengan tema 'Bapak Prabowo Subianto pembela wong cilik' di Pabrik PT Sido Muncul, Semarang, Senin (22/6).
Prabowo berharap, Pilpres 2009 berjalan dengan bersih dan tidak ada lagi temuan anak usia lima tahun masuk dalam daftar pemilih tetap. "Jangan ada anak lima tahun boleh memilih," cetusnya.
Sebelumnya, capres Megawati Soekarnoputri yang merupakan pasangan Prabowo juga meminta masyarakat mewaspadai adanya keinginan salah satu pasangan capres dan cawapres untuk pemilu satu putaran. Menurut Mega, keinginan pemilu satu putaran sarat dengan politik uang.
Terkait acara debat cawapres, Prabowo menyatakan, dirinya akan menyampaikan visi, misi dan menyampaikan perubahan sistem ekonomi. "Yang saya kritik bukan individu, tetapi sistemnya," ujar dia.
Ditanya apakah dirinya akan agresif dalam debat cawapres, Prabowo menyatakan, akan melihat terlebih dulu situasi yang akan dihadapinya. Menurutnya, situasi debat cawapres akan dipengaruhi siapa penyelenggaranya dan penanya.
"Rakyat bisa tahu dengan sikap kita yang jelas," tukasnya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !