INILAH.COM, Jakarta - Soal kampanye hitam yang menyerang SBY melalui SMS dan spanduk ditanggapi keras oleh capres nomor dua itu. Namun, anehnya reaksi SBY soal DPT tidak sekeras seperti soal SMS dan spanduk itu.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Timkamnas Mega Pro, Hasto Kristianto kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (22/6). Menurutnya, SBY terlihat lebih mementingkan kemenangan diri sendiri dari pada suksesnya pemilu yang luber dan jurdil.
"Kalau kita lihat berita hari ini, SBY menanggapi berbagai isu mulai dari SMS gelap sampai spanduk yang dirusak. Respon SBY itu tidak sebanding dengan soal DPT, itu menunjukkan skala prioritas yang tidak jelas dari SBY," ujar Hasto.
Menurut Hasto, pernytaan SBY yang mengklarifikasi soal kampanye hitam itu kontraproduktif. Sebab, SBY sampai saat ini masih menjadi presiden yang mampu mengerahkan aparat hukum untuk mengusut siapa pelaku kampanye hitam tersebut.
"Seharusnya yang dipentingkan itu sebagai presiden adalah bagaimana pemilu itu berjalan luber dan jurdil. Seperti masalah kepastian DPT, masalah logistik pemilu dari pada soal SMS yang jangan-jangan itu dibuat oleh timnya sendiri," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !