inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Cinta Terlarang Fans SBY ke JK

Headline
SBY-JK - inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Ana Shofiana Syatiri
Senin, 22 Juni 2009 | 17:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dengan pencitraan yang baik, SBY banyak menerima simpati. Namun kinerja Jusuf Kalla yang terus terpublikasikan mulai membuat mata pendukung SBY melek. Pelan-pelan, basis massa pendukung Demokrat di bawah mulai jatuh ke lain hati.
Saat pemilihan legislatif silam, Jusuf Kalla tidak banyak bicara terkait kinerjanya yang diklaim kubu SBY, salah satunya adalah Bantuan Tunai Langsung (BLT) yang digagas seiring pencabutan subsidi BBM.
Namun saat menyatakan maju sebagai capres, segala keberhasilan mulai diungkap oleh tim suksesnya, sehingga rakyat pun melek akan sosok capres nomor urut 3 itu. "Masyarakat sudah tahu bagaimana kinerja Pak JK," kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Bachtiar Effendy.
Elektabilitas Jusuf Kalla pun di setiap survei kian naik. Jika dulu lembaga survei hanya 'menghargai' JK 2%, kini pamornya terus meningkat. Sementara SBY yang elektabilitasnya pernah mencapai 70%, secara perlahan suaranya mulai tergerus. Naik turunnya elektabilitas SBY dan JK bisa dilihat dari survei yang dilakukan Puskaptis.
Pada survei pertama pada 11-17 Mei, pamor SBY-Boediono 57,39%, sementara JK-Wiranto 12,27%. Di survei kedua pada 4-11 Juni, ternyata SBY-Boediono mengalami penurunan menjadi 52,15%, sedangkan pasangan JK-Wiranto, mengalami kenaikan sekitar 5% menjadi 17,20%.
Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid memprediksikan, penurunan elektabilitas SBY-Boediono karena isu agama yang sempat menjadi polemik beberapa waktu lalu. Selain itu, tidak solidnya dukungan parpol mitra koalisi.
PKS, PAN, dan PPP yang diharapkan mampu mengerahkan kader di bawahnya ternyata tidak bisa membawa tingkat akar rumput untuk solid memilih SBY. Kader parpol berbasis Islam itu lebih terpesona melihat jilbab yang dikenakan istri Jusuf Kalla dan Wiranto.
Bahkan khusus PKS, pengamat politik Universitas Sumatera Utasa (USU) Warjio menyatakan kader PKS yang berpotensi memilih Jusuf Kalla ketimbang SBY berkisar antara 30-50%. "Perpecahan di tubuh PKS bukan lagi sekadar isu, tapi sudah terasa. Khususnya di tingkat akar rumput," ujarnya.
Sebagai partai kader dan dakwah, arah suara PKS memang ditentukan oleh Majelis Syura. Namun, tingkat kepatuhan untuk mengikuti keputusan Majelis Syura hanya efektif berlaku di tingkat elit partai. Sementara di akar rumput sama sekali jauh berbeda.
Elit PKS pantas pusing memutar cara agar kader di bawah mau mewujudkan cita-cita bersama koalisi Demokrat, yakni memenangkan SBY-Boediono. Pancingan Presiden PKS Tifatul Sembiring dengan mengajak Boediono umroh, dan mengajarkan istri mantan Gubernur BI itu mengaji kurang mempan menarik simpati.
Malah bisa membahayakan citra SBY, karena umroh bukan lagi menjadi ibadah, melainkan umroh politis. "Masalah jilbab cukup signifikan dalam pandangan kader tersebut karena bukan sekadar simbol," jelas Warjio.
Meski begitu, elit PKS tetap tidak terima jika kadernya dikatakan lebih 'mencintai' JK-Wiranto ketimbang SBY-Boediono. Meski tim kampanye nasional capres nomor urut 3 itu menggunakan simbol-simbol keagamaan Islam yang mampu mempengaruhi pilihan masyarakat muslim, namun tidak akan cukup mampu menggoyang soliditas PKS terhadap SBY-Boediono.
"Kader PKS itu tidak ada yang terpengaruh oleh kampanye dari JK Win. Semua kader sudah sadar kalau kampanyenya itu sama saja politisasi agama," sergah Wakil Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah.
Sementara tim pemenangan SBY-Boediono menganggap enteng adanya 'cinta terlarang' pendukung SBY yang berlari ke Jusuf Kalla berdasarkan survei. Max Sopacua menganggap survei bagaikan ramalan cuaca yang terus berubah.
Jika kemarin naik, hari ini bisa turun, dan bisa juga esoknya naik lagi. Tugas tim sukses hanya menjadikan survei sebagai bahan mempertimbangkan. "Itu kita anggap sebagai supporting spirit pasangan SBY-Boediono," tambah Max.
Kubu Jusuf Kalla sendiri tentu saja gembira dengan kabar beralihnya cinta pendukung SBY kepada capres mereka. Peluang Pilpres 2 putaran menjadi lebih masuk akal ketimbang seruan Pilpres Satu Putaran yang dilakukan kubu SBY-Boediono.
Makin meningkatnya elektabilitas JK-Wiranto juga dinilai tim kampanye nasional pasangan capres-cawapres itu, Peompida Hidayatullah, sebagai ukuran bahwa langkah mereka sudah tepat, dan tinggal mempertajam lagi dengan jurus jitu.
Jika sampai JK Win mempertajam isu jilbab loro demi pencitraan pasangan yang didukung Golkar-Hanura itu, kubu SBY-Boediono harus waspada. Suara parpol Islam yang seharusnya untuk SBY bisa berbelok untuk JK yang telah didukung para tokoh NU dan Muhammadiyah, meski tidak mengatasnamakan organisasi.
Sudah waktunya SBY harus mampu meyakinkan para penggemarnya dengan tindakan nyata, buka hanya teori dan sekadar wacana. Dengan begitu, cinta terlarang fans SBY ke JK hanya ada di angan-angan. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
10 Komentar
lukman @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 17:27 WIB
saya pikir isu agama tidak penting. tapi kejujuran itu penting , ma muslim atau non muslim tidak masalah..... tapi kalau memakai agama untuk berbohomg demi politik itu salah. seperti yag dilakukan tifatul sembiring membawa budiono umroh itu adalah karakter pembohong.TUHAN pun mau mereka gunakan untuk kepentingan mereka.
Syamsul @ Rabu, 24 Juni 2009 | 08:57 WIB
sy sebagai kader PKS melihat perjuangan PKS skrg bukan untuk umat lg ttpi utk kepentingan kekuasaan para elit, sy ikut pd saat kampanye Akbar JK-Wiranto di lapangan Karebosi dan Subhanallah saat di kumandangkan shalawat badar dilangit ada fenomena alam dimana awan membentuk kalimat ALLAH,SUBHANALLAH yg ilangit sj merestui apalg kita yg di bumi ini. InsyaALLAH perjuangan JK yg tulus mendpt restu dr ALLAH.SWT. Amin
Supriatin @ Selasa, 23 Juni 2009 | 15:08 WIB
Hidup JK-Win. Saya pemilih PKS sejak masih bernama PK. Sayang sekali, kali ini pilihannya adalah SBY-Bud. Saya hanya merasa SBY terlalu jaim dan kurang terbuka. Kali ini, mohon maaf PKS, saya harus mengedepankan hati nurani saya. Hidup JK-Win
Rozali @ Selasa, 23 Juni 2009 | 14:08 WIB
Saya juga simpatisan PKS yg udah saya buktikan waktu PILEG kemarin. Tapi untuk PILPRES kali ini, saya sdh pasti tdk ikut dgn keputusan PKS utk mendukung SBY-NO
Bejo @ Selasa, 23 Juni 2009 | 09:18 WIB
Ya enggak la yaww.. Saya tetap pil,ih SBY Boediono. Inilah.com beritanya tidak netral.
Abu Ismail @ Selasa, 23 Juni 2009 | 03:27 WIB
Biar bagaimana juga, meskipun pada pilpres 2009 isu agama tak menonjol, tetap saja sebagian besar populasi pemilih adalah umat Islam, yg terima tak terima tetap mementingkan simbol2 kesislaman dlm menentukan pilihan. Dan JK-Win jauh lebih unggul dalam hal ini daripada SBY-NO.
bambang @ Selasa, 23 Juni 2009 | 01:04 WIB
iya,saya juga.saya akan pilih orang yg amalkan islam,bukan yg amalkan partai.JK pilihanku sekarang.
edwin @ Selasa, 23 Juni 2009 | 00:49 WIB
saya simpatisan PKS dari mulai bernama PK. terus terang saya mengerti bahwa PKS memilih SBY karena ketika pemilu banyak simpatisan PKS mewacani presiden SBY tapi partai PKS. PKS menurut saya tetap konsisten dalam mendukung SBY sebagai presiden tapi... saya sebagai simpatisan PKS juga mempunyai perasaan yang sama dengan simpatisan PKS yang lainnya ternyata kedok SBY mulai terbuka (kacungnya amerika) yang saya menyesalkan kedok tersebut terbuka ketika diakhir2 penetapan calon presiden dan calon wakil presiden. saat ini saya merasakan niat yang tulus dari JK untuk membangun kemandirian bangsa terus terang bagi saya penilaian jilbab bukanlah yang terpenting tetapi inti membuat bangsa ini merdeka dari merdeka semu. bangsa yang bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri. saya mendoakan para pemilih bisa lebih terbuka lagi melihat perjuangan JK
Anak cikeas @ Senin, 22 Juni 2009 | 19:22 WIB
Kader menag tidak berpengaruh,,kader PKS itu berapa sih paling banyak 1% dari jumlah pemilih, mungkin simpatisannya 99 % atau 8 Juta lebih..termasuk aku..dan Allah SWT telah membukakan mata kita semua siapa PKS itu sebenarnya..Maka mulai sekarang aku, kerabat dan keluarga bersumpah tidak akan memilih SBY-BUD dan tidak akan pernah lagi memilih PKS di pemilu selanjutnya, simpatisan PKS yg berpendapat begini adalah jutaan orang lho..2014 suara PKS paling banyak 2 % Amin.....
ngilmu @ Senin, 22 Juni 2009 | 18:12 WIB
Iya benar, banyak kader pks yg mantap memili JK-Win, termasuk saya dan kawan kader inti pks, tp ini secara pribadi.... (ini hasil diskusi panjang antara saya dan teman2) Kami pikir memili JK-Win lebih bisa dipertanggungjawabka dunia-akhirat... Salam buat pendukung calon pilpres yg lain...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.