Senin, 28 Mei 2012 | 15:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'JK Win Cerdas, 1 Putaran Mentah'
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/Setwapres
Oleh:
web - Senin, 22 Juni 2009 | 17:39 WIB
INILAH.COM, Yogyakarta - Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dinilai pandai mengelola isu yang menyebabkan elektabilitas capres nomor urut 3 itu terus meningkat. Seruan Pilpres Satu Putaran kubu SBY-Boediono bisa mentah karena JK.

"Kecerdikan pasangan JK-Win itu bisa membuat kemungkinan pemilihan presiden dan wakil presiden hanya satu putaran akan semakin kecil," kata pengamat politik asal Universitas Gadjah Mada Abdul Gafar Karim, di Yogyakarta, Senin (22/6).

Menurut dia, kemampuan JK-Wiranto dalam mengelola isu tersebut dapat menarik massa yang sebelumnya menjadi pendukung dua pasangan capres lain, utamanya SBY-Boediono berpaling ke pasangan nomor urut tiga itu.

"Selama ini, pasangan SBY-Boediono sepertinya hanya menjadikan masyarakat menjadi tempat untuk menumpahkan isi hati," ujarnya.

Isu yang mampu dikelola dengan baik oleh pasangan JK-Wiranto adalah kesejahteraan masyarakat, swasembada di bidang pertanian, kemandirian dan mampu memberikan jawaban tegas menyangkut permasalahan bangsa.

Selain itu, meski elit politik dari parpol tertentu telah menyatakan dukungan kepada pasangan SBY-Boediono, tetapi basis massa dari parpol tersebut masih lebih memilih pasangan JK-Wiranto.

Abdul Gafar menegaskan, apabila pemilihan presiden harus dilakukan dalam dua putaran, maka kemungkinan pasangan yang akan bersaing adalah pasangan nomor urut dua dan tiga, sedangkan pasangan nomor urut satu akan tersisih pada putaran pertama.

Megawati sebagai calon presiden yang berpasangan dengan Prabowo Soebianto memiliki pemilih yang loyal. Namun, katanya, jumlah pemilih tradisional tersebut belum mampu bersaing dengan kedua pasangan capres dan cawapres.

"Intinya adalah bagaimana pasangan calon presiden dan wakil presiden mampu memainkan isu kepada masyarakat, karena masih ada pemilih mengambang yang baru akan menentukan pilihan menjelang atau saat hari H," ujarnya.

Ia juga berharap, masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dan tidak memilih hanya karena mendapatkan imbalan materi.

"Sejak pemilihan legislatif lalu uang itu akan selalu beredar, begitu pula saat pilpres. Tetapi masalahnya, hal itu tidak dapat terjangkau oleh regulasi," ujarnya.

Sementara menyangkut kampanye pemilihan presiden sebaiknya hanya satu putaran saja mengingat isu kerusuhan yang akan terjadi, alasan yang dikemukakan tidak masuk akal.

"Isu kerusuhan itu lebih kepada perang psikologis semata dan tidak ada yang bisa memaksakan bahwa pemilihan presiden hanya satu putaran saja," pungkasnya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
yono
Rabu, 24 Juni 2009 | 13:25 WIB
Assalamu'alaikum wr wb saya sangat setuju LEBIH CEPAT LEBIH BAIK jadi satu putaran saja dalam pilpres ini ....hingga akhirnya akan ada penghematan dana 2,8 trilyun ( kata Bp ketua MPR ) maka sangat elok dan bagus dana itu untuk mengatasi berbagai kemiskinan, pengangguran dll ( walaupun nggak cukup ..tapi lumayan lah ...) dan inilah yg disebut dengan PRO RAKYAT, untuk itulah maka ......harus DILANJUTKAN dengan demikian maka Jangan Kelamaan(JK) untuk PRO RAKYAT harus .....DILANJUTKAN.....DILANJUTKAN.....8x wassalam wr wb
Anti Neolib
Selasa, 23 Juni 2009 | 15:10 WIB
siapapun presidennya yang penting bukan SBY....Penuh keragu-raguan
Ariel
Selasa, 23 Juni 2009 | 09:07 WIB
Yang dimaksud lebih cepat lebih baik bukan 1 putaran pilpres karena JK-Wiranto realistis. Berangkat dari elektabilitas 6% ga mungkin bermimpi 1 putaran. Yang dimaksud tagline itu adalah dalam bekerja baik sebelum pilpres dan setelahnya kalau terpilih
S.P.Tulus Sihombing
Senin, 22 Juni 2009 | 18:42 WIB
Kalau para capres punya mental juara dan punya semangat juang tinggi, harusnya pilihannya cukup satu putaran pilpres. Secara logika satu putaran lebih cepat dan lebih baik dari dua putaran,dipertanyakan slogan lebih cepat lebih baik, karena yang dipilih dua putaran, dimana kebenaran slogan lebih cepat lebih baik?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.