INILAH.COM, Jakarta - Seruan Pilpres Satu Putaran dinilai malah membahayakan hasilnya nanti. Pilpres satu putaran dikhawatirkan akan melegitimasi kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi.
Menurut pengamat politik UI Bonu Hargens, demokrasi di Indonesia tetap harus diutamakan. Pemerintah tidak perlu mengkampanyekan Pemilu satu putaran.
"Jangan hanya karena ingin menghemat Rp 4 triliun dan mempercepat masuknya investasi ke Indonesia, demokrasi dikorbankan," kata Boni Hargens di Hotel Le Meredien, Jakarta, Senin (22/6).
Sebaiknya, kata dia, biarkan Pemilu berjalan apa adanya, tanpa harus dibayang-bayangi akan terjadi satu atau dua putaran. Serta iklan tentang kerugian hingga triliunan rupiah, karena demokrasi mahal harganya. [*/ana]