inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY Sindir Pejabat Katabelece

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/ Wirasatria
Oleh:
Senin, 22 Juni 2009 | 18:30 WIB
INILAH.COM, Padang - SBY mengingatkan para pejabat tidak boleh mengeluarkan katabelece atau surat yang ditujukan kepada para pejabat lainnya untuk menunjuk pengusaha tertentu sebagai pemenang tender sebuah proyek.

"Pejabat jangan mengeluarkan katebelece dan jangan terjadi lagi bisnis hanya untuk saudara-saudaranya," kata Capres SBY menjawab keluhan seorang pengusaha kecil yang mengadu suit memenangkan tender di instansi-instansi dalam kampanye dialogis di Padang, Senin (22/6).

SBY juga menegaskan pejabat tidak boleh mengatur proses penentuan pemenang tender terutama bagi para keluarganya. "Semua pengusaha harus mendapat kesempatan yang sama," tuturnya.

Namun SBY mengingatkan para pengusaha untuk meningkatkan profesionalitas mereka agar dapat meraih berbagai proyek pemerintah. Dalam pidato politiknya Yudhoyono mengemukakan pula perusahaan-perusahaan multinasional tidak boleh memonopoli atau menguasai ekonomi Indonesia, karena pengusaha nasional harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

"Tidak boleh ada monopoli," tegas capres tersebut. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
armand @ Selasa, 23 Juni 2009 | 09:22 WIB
Kalau si Gatot jadi Dirut BNI, Gimana P' BeYE???
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.