Minggu, 27 Mei 2012 | 06:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Perombakan Direksi Indosat Ditunda?
Headline
Oleh: Akhirul Anwar
web - Senin, 22 Juni 2009 | 19:16 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Indosat pada tanggal 11 Juni 2009 memberhentikan hampir seluruh direksi ternyata sampai sekarang masih menjabat pada posisinya.

Menurut anggota DPD, Marwan Batubara, di gedung DPD RI, Senin (22/6). "Qtel telah melakukan pembohongan, yakni menjalankan perusahaan berbeda dengan apa yang diumumkan kepada publik," ujarnya mantan pegawai Indosat ini.

Qtel sebagai pemegang saham pengendali perusahaan telah melakukan kebohongan publik. Kaizad B. Heerjee yang seharusnya masa jabatan berakhir per tanggal RUPS ternyata masih menjadi Deputy Presiden Direktur.

Sedangkan jabatan Presiden Direktur yang diduduki oleh Johnny Swandi Syam (JSS) tidak jelas otoritasnya. JSS seolah-olah hanya jadi boneka, pejabat yang tidak mempunyai wewenang. Kaizad B Heerjee justru berperan dalam manajemen Indosat.

Menurutnya, Qtel telah melanggar good corporate governance sekaligus melecehkan pemerintah Indonesia yang masih memiliki saham 14,2 persen.

Sebagai entitas bisnis di Indonesia, Qtel telah melanggar undang-undang perseroan yang mengatur hak, kewajiban dan tanggungjawab yang jelas antara dewan direksi dan dewan komisaris. Dalam hal ini, Qtel telah melakukan intervensi yang sangat jauh ke dalam manajemen perusahaan, yang dapat merugikan pemegang saham publik dan pemerintah RI.

Untuk melindungi kepentingan publik, pemerintah baik BAPEPAM,maupun Kementerian Negara BUMN dan kepolisian RI harus mengambil tindakan yang tegas terhadap Qtel. [war/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
uqo
Senin, 22 Juni 2009 | 19:53 WIB
bodo amat..ngapain juga dulu dijual...giliran pembeli ikut mengatur...baru teriak2..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.