inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tim SBY: Debat Tak Perlu Saling Serang

Headline
Marzuki Alie - inilah.com
Oleh:
Senin, 22 Juni 2009 | 19:33 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Debat capres putaran pertama yang mengecewakan diharap tidak terjadi di putaran kedua. Namun tim SBY-Boediono menganggap debat tidak perlu saling serang.

"Dalam proses berdemokrasi yang lebih liberal, calon presiden tidak perlu saling serang saat debat," kata sekretaris tim kampanye SBY-Boediono, Marzuki Alie di Jakarta, Senin (22/6).

Menurut dia, jika dalam debat capres atau cawapres terdapat saling serang pernyataan antarkandidat, maka hal tersebut justru akan menjadi contoh kurang baik bagi masyarakat.

"Kita harus lebih mengutamakan musyawarah, daripada saling serang," ujarnya.

Ia menjelaskan, debat capres atau cawapres merupakan agenda untuk menyampaikan visi dan misi para kandidat, untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh rakyat. Ia menuturkan, debat tersebut bukan merupakan kampanye.
"Debat bukan kampanye. Kalau kampanye, di dalamnya terdapat upaya untuk mencari dukungan rakyat," tuturnya. Oleh karena itu, saling menanggapi pernyataan antarcalon sudah cukup dalam pelaksanaan debat.

Debat capres putaran pertama telah digelar pada 18 Juni 2009, dengan moderator Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan. Debat putaran kedua akan menghadirkan cawapres pada 23 Juni 2009, dengan tema 'Pengembangan Jati Diri Bangsa' dan dimoderator Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
zain @ Senin, 22 Juni 2009 | 19:51 WIB
Namanya debat...!!! harusnya diserang dan mampu mempertahankan pendapat. Ini gaya orba saja pakai musyawarah aja. Beani dong...Anda harus belajar untuk mampu berbeda pendapat dan mempertahankan pendapatnya...dasar politikus kelas teri dan dodol
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.