Senin, 28 Mei 2012 | 15:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tim SBY: Debat Tak Perlu Saling Serang
Headline
Marzuki Alie - inilah.com
Oleh:
web - Senin, 22 Juni 2009 | 19:33 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Debat capres putaran pertama yang mengecewakan diharap tidak terjadi di putaran kedua. Namun tim SBY-Boediono menganggap debat tidak perlu saling serang.

"Dalam proses berdemokrasi yang lebih liberal, calon presiden tidak perlu saling serang saat debat," kata sekretaris tim kampanye SBY-Boediono, Marzuki Alie di Jakarta, Senin (22/6).

Menurut dia, jika dalam debat capres atau cawapres terdapat saling serang pernyataan antarkandidat, maka hal tersebut justru akan menjadi contoh kurang baik bagi masyarakat.

"Kita harus lebih mengutamakan musyawarah, daripada saling serang," ujarnya.

Ia menjelaskan, debat capres atau cawapres merupakan agenda untuk menyampaikan visi dan misi para kandidat, untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh rakyat. Ia menuturkan, debat tersebut bukan merupakan kampanye.
"Debat bukan kampanye. Kalau kampanye, di dalamnya terdapat upaya untuk mencari dukungan rakyat," tuturnya. Oleh karena itu, saling menanggapi pernyataan antarcalon sudah cukup dalam pelaksanaan debat.

Debat capres putaran pertama telah digelar pada 18 Juni 2009, dengan moderator Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan. Debat putaran kedua akan menghadirkan cawapres pada 23 Juni 2009, dengan tema 'Pengembangan Jati Diri Bangsa' dan dimoderator Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
zain
Senin, 22 Juni 2009 | 19:51 WIB
Namanya debat...!!! harusnya diserang dan mampu mempertahankan pendapat. Ini gaya orba saja pakai musyawarah aja. Beani dong...Anda harus belajar untuk mampu berbeda pendapat dan mempertahankan pendapatnya...dasar politikus kelas teri dan dodol
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.