Senin, 28 Mei 2012 | 15:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
RR: SBY Bukan Ksatria Beneran
Headline
Rizal Ramli - inilah.com/Noerma
Oleh: Ahluwalia
web - Senin, 22 Juni 2009 | 19:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tokoh Blok Perubahan Rizal Ramli (RR) kembali 'menyentil' SBY yang bergaya bak peragawan politik, dan mengaku ksatria. SBY diimbau untuk jujur mengaku beban hutang yang telah dibuatnya.

"Jika benar SBY ksatria, mestinya dia tidak menggunakan aparat pemerintah, lembaga negara, intelijen dan birokrasi serta fasilitas negara lainnya untuk menghadapi lawan-lawan politiknya dalam pilpres dan pemilu legilatif kemarin. Itu klaim dia saja," kata RR kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (22/6).

Sebelumnya, capres SBY menyebut dirinya sebagai ksatria yang tidak mau menyimpang dari aturan, karena taat aturan. Karena klaim kesatrianya itu, SBY yang merasa diserang lawan politiknya, tidak mau balik menghantam lawan politiknya.

"Saya ini ksatria. Ada kampanye, kenapa pakai spanduk gelap segala? Saya tidak mau menyimpang dari aturan dan taat aturan. Tidak baik di depan rakyat hantam menghantam apalagi dalam deklarasi kampanye ," ujar SBY dalam berbagai kampanye nasionalnya.

Menanggapi itu, RR justru mengingatkan SBY yang dikritik para akademisi dan pengamat, karena ternyata justru SBY yang memanfaatkan aparatur negara, fasilitas negara dan birokrasi untuk memenangkan pemilu dan pilpres. "Bagaimana mungkin dia ksatria kalau perbuatannya seperti itu?" tutur RR.

Ketua Komite Indonesia Bangkit itu menyatakan, SBY paling lihai memainkan lakon melankolis dan dramatisasi politik. Padahal, dia sebenarnya berambisi berkuasa lagi meski prestasi ekonominya adalah membebani utang rakyat selama empat tahun terakhir sekitar Rp 400 trilyun.

"Kalau dia ksatria, maka harus jujur bahwa utang luar negeri adalah kebijakan ekonomi Neolibnya, yang terbukti mengundang kritik dari para analis dan akademisi, pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
8 Komentar
swinger vooter
Kamis, 2 Juli 2009 | 00:06 WIB
Terus terang saya kurang mengerti dunia politik.. tapi apa sebenarnya yang menjadi kekurangan pemerintahan sby - jk. 2004 -2009. kadang saya gak ngerti kenapa kesejahteraan masyarakat katanya meningkat? kalau memang ksatria harusnya beliau akui kegagalan dalam pemerintahan selama dia menjabat.. untuk dievaluasi kedepan. ksatria harusnya berani katakan mana yang baik mana yang salah. Simple saja slogan LANJUTKAN tanpa JK? Kenapa apa sich yang kurang dari JK. Apa Alasan SBY bercerai dg JK. yang menurut kebanyakan org paling ideal untuk saat ini. apakah hanya demi politik wacana untuk mensejahterakan rakyat terabaikan. Siapapun pemimpinnya harusnya ketegasan & kejujuran dan yang paling penting yang lebih mengetahui penyelesaian masalah bangsa yang komplek ini denga cepat & bermanfaat. Mohon maaf..mungkin ada yang bisa memberikan saya sedikit pencerahan.. terima kasih.
Pengamat
Senin, 29 Juni 2009 | 15:39 WIB
Sudah tunggu saja tgl 8 juli siapa yg lebih dipercaya rakyat. incumbent berpeluang 90% memenangkan pertandingan. Ibarat pertandingan sepak bola SBY hanya perlu hasil seri tidak perlu ngotot. Sedangkan lawannya menghalalkan segala cara kalau perlu main kasar karena sudah putus asa.
Bati
Rabu, 24 Juni 2009 | 14:26 WIB
wong dasar emang SBY yang nggak ksatria kok...cuma bohongin org aja..
yono
Rabu, 24 Juni 2009 | 13:14 WIB
Assalamu'alaikum wr wb sy orang awam dan bodo lagi ....apa sih prestasi yg di peroleh Si RR ? mboknya dia bikin partai dengan kerja keras selama 5 th bisa meraih urutan nomer 1 atau 2 dan meguasai lembaga legislatif dan dia jadi presiden ....baru dia memajukan ekonomi indonesia yg katanya carut marut atau apalah ...nah kalo dia sudah tdk jadi presiden ....bARU DIA MENGRITIK lewat apalah ....persis seperti Ronald reagen ....dia mantan presiden ...jadi bisa mengkritik yg telah dia lakukan selama jadi presiden....gitu aja kok repot .. wassala wr wb
Jolang
Selasa, 23 Juni 2009 | 14:00 WIB
RR ada betulnya, maksudnya SBY jgn terlalu sok santun deh, biasa2 aja. Dan dalam hal kritik boleh2 aja dong dan tidak perlu tersinggung karena itu bagian dari demokrasi
abah
Selasa, 23 Juni 2009 | 07:27 WIB
86, sebaiknya Rizal Ramli tidak banyak mengeluarkan komentar yang semakin memusingkan rakyat, seharusnya salurkanlah lewat koridor yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, misalnya melalui DPR atau lainnya. Kalau seandainya Rizal Ramli masuk jadi anggota DPR mungkin koreksi-koreksinya akan lebih bisa dipertanggungjawabkan, coba bang cari saluran lain saja jangan hanya teriak-teriak, kasihan rakyat lama-lama pusing juga mana yang bener atau tidaknya,terimakasih.
Abu Ismail
Selasa, 23 Juni 2009 | 03:02 WIB
Ya begitulah kubu SBY sudah tidak bisa atau fokus lagi mengolah isu, tapi yg dikerjakan adalah mengeluh dan mengeluh. Apa masih pantas dipilih lagi sbg Presiden ? Sebaiknya kita ucapkan terima kasih saja. Kita perlu pemimpin yg kerjanya bukan mengeluh dan punya victim mentality.
Harry Saputra
Senin, 22 Juni 2009 | 20:24 WIB
Sebagai Pembaca Situs Inilah.com, saya mau bertanya, APA PRESTASI RIZAL RAMLI KETIKA JADI MENTERI, NOL BESAR BUKAN ? BUKTINYA ZAMAN DIA KERJASAMA DENGAN IMF ERAT, JUGA DENGAN CGI, EKONOMI MORAT MARIT. KALAU NEGARA BERUTANG SEMATA MATA UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT KAN NDAK APA APA, TOH BISA DIBAYAR, KAN RASIONYA MENGECIL, MASAK JUMLAH PENDUDUK BERTAMBAH, KEBUTUHAN RAKYAT BERTAMBAH TERUS SAJA PAKAI UANG YANG SEGITU, APA SI RR INI PUNYA HATI MEMBANTU RAKYAT ? APAPUN YANG DIKERJAKAN PEMERINTAH ATAUPUN SWASTA KALAU UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT ITU BARU PAHLAWAN BUNG. TAPI ORANG YANG KERJANYA NDAK BECUS DAN CUMA TERIAK KESANA KEMARI MENJELEK JELEKAN ORANG ITULAH " ASLI NEOLID KIKIR DAN SIRIK " SAYA HERAN KENAPA DISEBUT INDONESIA BANGKIT ? KOQ BDAK SEKALIAN INDONESIA TIDUR SAJA ? HABIS APA SAJA KALAU BERLAWANAN DIKOMENTARI JELEK, SEBAGAI CONTOH HASIL BPS TENTANG INFLASI ATAU PENGANGGURAN YANG TURUN, SEKETIKA SI RR DKK SEGERA BUAT STATMEN BILANG ITU DIREKAYASA, TAPI KALAU HASILNYA JELEK MAKA PEMERINTAH DIBILANG NDAK BISA KERJA. SANGAT MENGHERANKAN DI INDONESIA INI ADA ORANG YANG OTAKNYA NDAK SENANG KALAU INFLASI TURUN/HARGA TURUN ATAU ORANG YANG NGANGGUR BERKURANG. Wassalam.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.