INILAH.COM, Jakarta - Tokoh Blok Perubahan Rizal Ramli (RR) kembali 'menyentil' SBY yang bergaya bak peragawan politik, dan mengaku ksatria. SBY diimbau untuk jujur mengaku beban hutang yang telah dibuatnya.
"Jika benar SBY ksatria, mestinya dia tidak menggunakan aparat pemerintah, lembaga negara, intelijen dan birokrasi serta fasilitas negara lainnya untuk menghadapi lawan-lawan politiknya dalam pilpres dan pemilu legilatif kemarin. Itu klaim dia saja," kata RR kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (22/6).
Sebelumnya, capres SBY menyebut dirinya sebagai ksatria yang tidak mau menyimpang dari aturan, karena taat aturan. Karena klaim kesatrianya itu, SBY yang merasa diserang lawan politiknya, tidak mau balik menghantam lawan politiknya.
"Saya ini ksatria. Ada kampanye, kenapa pakai spanduk gelap segala? Saya tidak mau menyimpang dari aturan dan taat aturan. Tidak baik di depan rakyat hantam menghantam apalagi dalam deklarasi kampanye ," ujar SBY dalam berbagai kampanye nasionalnya.
Menanggapi itu, RR justru mengingatkan SBY yang dikritik para akademisi dan pengamat, karena ternyata justru SBY yang memanfaatkan aparatur negara, fasilitas negara dan birokrasi untuk memenangkan pemilu dan pilpres. "Bagaimana mungkin dia ksatria kalau perbuatannya seperti itu?" tutur RR.
Ketua Komite Indonesia Bangkit itu menyatakan, SBY paling lihai memainkan lakon melankolis dan dramatisasi politik. Padahal, dia sebenarnya berambisi berkuasa lagi meski prestasi ekonominya adalah membebani utang rakyat selama empat tahun terakhir sekitar Rp 400 trilyun.
"Kalau dia ksatria, maka harus jujur bahwa utang luar negeri adalah kebijakan ekonomi Neolibnya, yang terbukti mengundang kritik dari para analis dan akademisi, pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !