PRESIDEN Iran Mahmoed Ahmadinejad adalah pemimpin negara yang berani melawan dominasi Amerika. Atas nama nasionalisme ia berani melawan tekanan AS. Pengaruhnya pun meluas bukan hanya di kawasan teluk, tetapi hingga Amerika Latin dan Afrika.
Karena sikap itulah, sekalipun pengaruhnya mendunia, tetapi karena ia anti AS, maka ia tidak termasuk 100 tokoh berpengaruh versi Time. Yang menarik lagi dari Ahmadinejad mengangap holocoust sebagai propaganda bohong untuk menggiring simpati dunia kepada Yahudi yang terdzolimi.
Sebelum pemilu Iran tahun ini, Ahmadinejad menolak seluruh survei yang dicurigai didanai asing. Setiap kampanye pun tidak sedikit pun terlihat simbol-simbol AS, apalagi sampai mendominasi area kampanye. Tidak ada seorangpun yang pro penjualan aset negara pada asing berada di sekelilingnya. Kemenangannya dalam pemilu lalu menimbulkan protes besar dari pihak oposisi pro AS.
Bagaimana dengan SBY dan Indonesia? Apakah rakyat Indonesia masih mencintai damai, tetapi lebih mencintai kemerdekaan?
Abdullah Ikhsan
ikhsanabdullah@ymail.com [L1]