Senin, 28 Mei 2012 | 15:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Iklan SBY Perjelas Boediono Boneka
Headline
Abdul Gafur Sangaji - ist
Oleh: Abdullah Mubarok
web - Selasa, 23 Juni 2009 | 10:34 WIB
INILAH.COM, Jakarta - SBY rupanya trauma bersama pasangan yang terlalu dominan. Pengalaman bersama JK yang dianggap terlalu 'lincah' tak mau terulang lagi. Iklan terbaru SBY pun semakin memperjelas pasangannya yakni Boediono merupakan boneka.

"Terlihat dari iklan itu mencari sosok yang penurut, boneka atau yang bisa dikendalikan," kata pengamat politik UI Abdul Gafur Sangaji kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (23/6).

Jika terpilih kembali, ujar Sangaji, share kekuasaan tidak akan terlalu banyak. Dahulu SBY 'memegang' bidang politik dan keamanan, sedangkan JK fokus ke persoalan ekonomi.

Dilanjutkan Sangaji, Boediono yang memiliki latar belakang ekonomi belum tentu akan diberikan kesempatan yang dominan untuk mengambil keputusan. Mantan Gubernur BI tersebut hanya dijadikan partner konsultasi oleh SBY.

"Boediono layaknya guru besar universitas saja. Meski hak prerogatif ada di tangan presiden, dulu ekonomi makro dan mikro yang mengambil keputusan di bidang itu adalah JK," imbuhnya.

Ditegaskan Sangaji, SBY akan banyak 'menyetir' pemerintahan jika menjadi presiden untuk yang kedua kalinya. Boediono hanya dijadikan 'ban serep' alias pelengkap.

"Apakah dalam situasi genting seperti rupiah jatuh atau terjadi kenaikan harga minyak dunia tiba-tiba, Boediono akan diberikan kesempatan untuk mengambil kebijakan yang tepat dan cepat?" tanya Sangaji.

Dalam iklan terbaru SBY, Boediono tampak setia mendampingi. Namun tidak ada sepatah kata pun terucap dari Boediono yang terlihat agak membungkukkan bahunya. SBY-Boediono berhadapan dengan petani, nelayan, dan guru yang menyampaikan ucapan terima kasih.

Menanggapi ucapan terima kasih tersebut, SBY mengucapkan kalimat senada kepada masing-masing petani, nelayan, dan guru. "Justru saya yang berterima kasih," ujar SBY. Sementara di samping SBY, Boediono hanya bisa tersenyum. [bar/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
armand
Selasa, 23 Juni 2009 | 11:07 WIB
Jadi apalah yang mesti dilanjutkan???!!
Chita Kesuma
Selasa, 23 Juni 2009 | 10:48 WIB
Iklan ini tanda-tanda SBY tidak akan terpilih lagi, karenanya SBY mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena telah diberi kesempatan memimpin Indonesia 2004-2009. "Terima kasih. Lanjutkan!" Kata Lanjutkan hanya berarti kata perintah yg tdk lengkap. Harusnya, Lanjutkan! Pemerintahan SBY Boed...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.