inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Boediono Bak Anak Bawang di Iklan SBY

Oleh: Djibril Muhammad
Selasa, 23 Juni 2009 | 12:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Iklan SBY terbaru yang mengucapkan terima kasih terhadap para guru, petani, nelayan dan pedagang, memposisikan Boediono kurang terlihat. Bahkan mantan Gubernur BI ini terkesan anak bawang SBY.

"Ya memang kalau boneka terlalu vulgar, anak bawang mungkin lebih tepatnya. Karena selalu mengekor SBY," cetus Dekan Fikom Universitas Padjajaran, Bandung, Dedi Mulyana kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (23/6).

Dedi menjelaskan, sejak awal memang mantan Menko Perekonomian itu merupakan akademisi yang menjadi birokrat. Sehingga, kurang memiliki kedekatan dengan rakyat. Karena memang, selama ini selalu dikesankan duduk di belakang meja dengan posisi Guru Besar Ekonomi UGM.

"Citra itu sudah melekat, Boediono ada jarak dengan masyarakat awam. Beda dengan Mega. Ini bukan khas Boediono. Prabowo juga tidak terlalu dekat. Tapi belakangan sejak mencalonkan diri jadi cawapres, citranya jadi dekat dengan rakyat. Karena iklannya sudah banyak," bebernya.

Citra Boediono, tutur dia, belakangan ingin coba ditanamkan ke masyarakat. Namun hal tersebut terlihat kontraporduktif. Karena citra tidak bisa dipaksakan. Tidak bisa dibuat secara tiba-tiba.

"Kredibilitas hanya bisa berhasil jika rakyat secara sukarela memberikannya kepada elit. Tanpa dipaksakan atau diskenariokan dalam sebuah iklan," terangnya

Meski satu paket dengan SBY, menurut dia, memang SBY terlihat dominan bahkan selalu leading. Kendati begitu, disarankan dia, mantan Kepala Bappenas itu harus banyak tampil sendiri dalam iklan-iklannya.

"Harusnya iklannya sendiri. Prabowo juga ada sendiri. Jadi harus mandiri. Jadi tidak harus berada di bawah bayang-bayang SBY. Terjun ke masyarakat sendiri. Karena dia banyak ditanyai apakah betul-betul pro rakyat," jelas Dedi.

Mengenai pembagian kekuasaan antara Boediono dan SBY jika keduanya terpilih, menurut dia, tidak akan seperti SBY dengan JK. Selain itu, tidak gesit dan taktis seperti JK.

"Mungkin karena pengalaman politik baru tidak seperti JK. Jadi perlu membangun networking dan media massa. Jangan jadi pengekor SBY. Wiranto juga sendiri dan orang tahu dia bagian dari JK-Wiranto," tandasnya.

Dalam iklan terbaru SBY, Boediono tampak setia mendampingi. Namun tidak ada sepatah kata pun terucap dari Boediono yang terlihat agak membungkukkan bahunya. SBY-Boediono berhadapan dengan petani, nelayan, dan guru yang menyampaikan ucapan terima kasih.

Menanggapi ucapan terima kasih tersebut, SBY mengucapkan kalimat senada kepada masing-masing petani, nelayan, dan guru. "Justru saya yang berterima kasih," ujar SBY. Sementara di samping SBY, Boediono hanya bisa tersenyum. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
benny achmad @ Rabu, 24 Juni 2009 | 18:50 WIB
Cawapres...apa ajudan yach? Pepatah jawa : Timun wungkuk jaga imbuh... alias imbuhan... ADANYA SEPERTI TIDAK ADANYA..... Bener kata tim ses SBY gandeng dg sendal jepit pasti menang Boediono Sandal Jepit..???????
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.