Senin, 28 Mei 2012 | 15:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
‘KPU Sudah Tahu Data DPT Tak Baik’
Headline
Hadar N Gumay - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Mia Tika
web - Rabu, 24 Juni 2009 | 06:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta KPU tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani kasus nomor induk kependudukan (NIK) ganda daftar pemilih (DPT) Pilpres. Sebab, waktu yang tersisa sangat singkat dan tenaga KPU sangat terbatas untuk melakukan survei.

"Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengatasi masalah ini, karena KPU sudah mempunyai DPT. Namun, kemudian KPU tidak bisa memastikan bahwa yang mempunyai NIK ganda itu adalah satu orang. Atau berbeda orang namun memiliki nomor yang sama," kata pengamat pemilu Hadar N Gumay kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (24/6).

Masalah itu, menurut dia, harus ditanyakan kepada pemerintah, sebab KPU tidak bisa memberikan NIK. Apalagi, kata dia, NIK ganda tersebut ada 15-17%. Sehingga, KPU hanya bisa mengidentifikasi masalah tersebut dengan cara turun ke lapangan.

Namun sepertinya hal tersebut tidak dapat terlaksana karena terbentur faktor waktu dan tenaga. Dapat kita lihat, hanya beberapa daerah saja yang melakukan identifikasi langsung ke lapangan untuk mendata ulang kembali DPT. Karena tidak semua daerah menggunakan NIK sebagai DPT Pilpres, papar Hadar.

Namun, ia pesimistis KPU akan menghasilkan DPT yang bersih, sebab kalau saat ini baru dibenahi maka hal itu sudah terlambat. Apalagi, hingga kini KPU tidak pernah terbuka mengenai berapa jumlah DPT yang sebenarnya.

"Saya kira gagasan KPU untuk menggunakan KTP adalah sebenarnya mereka sudah tahu bahwa data yang dimiliki tidak baik. Karena itu, mereka mencari akal untuk menyempurnakan data-data yang ada," beber Hadar. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.