INILAH.COM, Jakarta - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat idA- kepada PT PAM Lyonnaise Jaya (PLJY) untuk obligasi 1/C/2005 sebesar RP200 miliar yang jatuh tempo 2010 dan obligasi 1/D/2005 sebesar Rp200 miliar yang jatuh tempo 2012.
Peringkat yang diberikan ini mencerminkan status perusahaan sebagai satu-satunya penyedia air bersih di bagian barat Jakarta yang tingkat permintannya tinggi, dukungan operasional dari pemegang saham pengendali, serta struktur modal yang relatif konservatif.
Namun, peringkat tersebut masih dibatasi dengan penyesuaian tarif air yang sangat terikat dengan pertimbangan politik dan sosial, kekhawatiran terhadap kesinambungan pasokan bahan baku, tingginya rasio kehilangan air, dan risiko yang terkait dengan pembayaran dan pelanggan yang tidak bisa dicairkan.
PLJY adalah perusahaan penyedia air bersih untuk daerah barat Jakarta yang beroperasi berdasarkan kontrak dengan PAM Jaya yang merupakan perwakilan dari pemerintahan DKI. PLJY adalah anak perusahaan dari Suez Enviroment, salah satu perusahaan penyedia jasa yang berkaitan dengan air bersih terkemuka di dunia yang berpusat di Perancis.
Perusahaan memiliki 4 fasilitas pengolahan air (FPA) dengan total kapasitas pengolahan terpasang sebesar 6,200 liter per detik dan 2 pusat distribusi dengan total kapasitas pengolahan terpasang (PD) sebesar 2,860 liter per detik. Bahan baku untuk FPA dan PD berasal dari Kanal Tarum Barat, Sungai Pesanggerahan, Sungai Krukut dan PDAM Tangerang. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !