inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

JK 'Ditikam Bayonet' Rizal

Headline
Jusuf Kalla - Foto/Bayu Suta
Oleh:
Rabu, 24 Juni 2009 | 09:45 WIB
MEMBACA berita di Inilah.com tentang black campaing terhadap Jusuf Kalla (JK) yang menyebutkan JK akan membangun mal dengan menggusur pasar tradisional belumlah meluas. Tetapi kabar tentang mengguritanya bisnis JK sudah tersebar luas.

Penyebarnya adalah tim bayonet SBY yaitu Rizal Mallarangeng. Dalam sebuah acara di TV One, Kamis (18/6) lalu, Rizal dengan mimik melankolis mengemukakan kegelisahan rakyat Makassar atas
mengguritanya bisnis keluarga Kalla yang mendominasi di Sulawesi Selatan.
Mungkin itulah tugas tim bayonet. Mereka sudah dipersiapkan secara terukur dan matang sehingga tahu persis kapan muncul dan kapan menikam lawan dengan isu-isu yang tidak relevan.
Isu kuda milyaran rupiah, misalnya, sampai kini masih melukai Prabowo Subianto. Sebenarnya, nama bayonet sudah menggambarkan kejam dan sadisnya tim sukses SBY ini. Perlu diketahui, bayonet dalam bahasa Israel adalah kidon. Dan tim kidon adalah mesin pembunuh Mossad yang sangat efisien.

Abdullah Ikhsan
ikhsanabdullah@ymail.com [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
19 Komentar
Ichank @ Minggu, 28 Juni 2009 | 01:38 WIB
Laki-laki bernama Jusuf kalla ini memiliki nama yang sangat harum di Makassar dan Sul-Sel pada umumnya. Segala isu itu tidak membuat namanya menjadi jelek. Masjid Raya Makassar, setahu saya adalah mesjid terbesar di Makassar. Masjid itu dibangun di atas tanah H. Kalla, ayah si Jusuf Kalla ini.
alves @ Jumat, 26 Juni 2009 | 10:35 WIB
RM itu orang bayaran jd sebenarnya dia sedang menjaga & menaikkan KREDIBILITASNYA SENDIRI. Setelah pemilu sah2 aja kalau dia berada dikubu yg berbeda. Itulah yg mesti diingat, duit bicara. Bukannya sblm di SBY dia pernah juga di kubu Mega ???
mas kampret @ Jumat, 26 Juni 2009 | 00:59 WIB
Mental capres kita : MEGA OPOSAN SBY PEMIMPIN JK PENGUASA Tinggal pilih aja sesuai selera anda...
vote JK @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:36 WIB
U/ Zulkifli Katanya anda pernah dikecewakan dalam berbisnis dengan NV.Kalla Groups???? Mau nanya dikit aja neh...make MuO atau MOU sih.???????Kok jadi ragu & sangsi ma statement anda
Tomy @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:35 WIB
perasaan.yg.saya.liat.di.TV.justru.justru.kubu.JK.mulutnya.lebih.tajam.daripada.bayonet.bahkan.mereka.membagi.brosur.di.medan.yang.memberitahukan.bahwa.istri.budiono.katholik.masya.Allah.sungguh.fitnah.yg.kejam. Di.Zaman.nabi.politik.adalah.untuk.agama.sekarang.zaman.JK.Agama.untuk.politik.yaitu.dgn.mempolitisasi.masalah.jilbab.dg.tujuan.meraih.dukungan.supaya.bisa.jd.pemimpin.sungguh.tidak.tau.diri.memalukan. ngomong2.kenapa.yach.di.makasar.itu.sering.tawuran.sering.kerusuhan???mungkin.disana.harus.banyak.zikir.
ogut @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:39 WIB
bisa dicek tuh beberapa pesantren di sulsel...berapa tiap bulannya keluarga Kalla menyumbangkan ke mereka, mending banyak usaha banyak amal dong...daripada Malarangeng bisanya ndompleng...sama yg terlalu yakin menang/sombong, liat aja kalo kalah...baru tahu rasa...
edwin @ Kamis, 25 Juni 2009 | 12:09 WIB
untuk zulkifli...kalo sdh ketahuan curangnya di mou memang begitu,apa yg sodara nyatakan itu bukan sebaliknya ?krn kita sama saat itu, kalau memang ada pengusaha kecil tolong beritahu secara detil alamatnya supaya langsung semua org bisa tahu yg mana yg jelek..semua bisa mengecek langsung,jelaskan juga pada semua org kapan kejadian kenapa terjadi dan dimana supaya semua org bisa mengecek,kita butuh bukti dan semua juga ingin mengecek langsung,..itulah susahnya
Warga Makassar @ Kamis, 25 Juni 2009 | 11:24 WIB
Kami sangat bangga dengan adanya perusahaan JK di sulsel..Dengan 20ribu karyawan bisa menghidupi 60-80 ribu jiwa...Selain itu Kalla group membiayai ada 60 panti asuhan dan ratusan usaha kecil dan menengah jadi binaannya..Selain itu JK tidak pernah menghalangi kalau orang lain ingin berusaha malah mendukung..Usah keluarga JK sebelum indonesia merdeka lho.. TRUS KELUARGA MALLARANGENG BUAT APA UNTUK WARGA SULSEL APALAGI INDONESIA KITA CAP AJA DIA SEBAGAI PARASIT DI SUL-SEL
Bening @ Kamis, 25 Juni 2009 | 07:12 WIB
JERUK MAKAN JERUK.... Tim Sukses SBY Tim Sukses Jk, sama2 tukang fitnah, Kalo tim Bayonet mainya halus u/ menjatuhkan lawan, Tim JK juga gudangnya Black Marketing lawan. Dibelakang SBY intelejen yang sadis gak berperikemanusiaan, di tim JK ada GOLKAR yang sudah mulai redup. Khusus untuk JK-GOLKAR...ini adalah sumber dari segala sumber kejahatan di bumi Indonesia....masih layak kah mereka hidup di bumi indonesia?
zulkifli @ Kamis, 25 Juni 2009 | 05:32 WIB
Apa yang telah disampaikan Sdr Rizal Mallarangeng bukan kebohongan. Kelompok gurita bisnis keluarga Kalla menimpa saya. Saya merasa ditipu pada saat ditawari proyek. Dengan segala cara mereka menyakinkan saya untuk segera menandatangani MuO proyek. bahkan saya pernah mengajukan menundaan penandatanganan MuO untuk survey tapi mereka memarahi saya karena meragukan kredibilitas perusahaan mereka. Alhasil saya benar2 ditipu sampai saat ini invoice saya masih belum dibayar mereka yg nilai cuma tidak lebih dari 100 juta dan berkali2 saya bertemu mereka di wisma nusantara namun dgn alasan kas kosong karena digunakan utk pendanaan pilpres. Hasil audit kpk sih "cuman" ratusan milyar punya harta pdhl triliunan malah mnyakiti pengusaha kecil. Salah satu bisnis mereka yaitu rental mobil di kalimantan jg msh punya hutang piutang dgn para bgkel2 kecil. Hanya pd saat kampanye pilpres jargon JK peduli dgn pengusaha kecil bohong besar.... lihat saja nantinya jika JK terpilih jadi R1. Mending nga usah lah.... Mega-Pro apalagi.... tidak akan saya contreng...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.