INILAH.COM, Seoul - Dana Moneter Internasional (IMF) pada bulan depan kemungkinan menaikkan prospeknya untuk pertumbuhan Korea Selatan dan negara sedang berkembang lainnya di Asia, karena stabilitas mulai kembali.
"Kami tidak mengakhiri jumlah baru (untuk pasar-pasar sedang bangkit). Tapi, itu sangat mungkin, banyak dari jumlah itu akan direvisi naik rata-rata satu persentase poin," kata Olivier Blanchard, konselor ekonomi senior IMF, dalam sebuah kenferensi yang diselenggarakan bersama pemerintah Seoul dan Bank Dunia, Rabu (24/6).
Ekonomi-ekonomi yang kemungkinan direvisi naik, termasuk Korea Selatan, Thailand dan Indonesia, kata Blanchard seperti dikutip kantor berita Yonhap, menambahkan bahwa prospek untuk China dan India barangkali akan dipertahankan.
Pada April IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan Korea Selatan pada 2010 menjadi 1,5 persen dari semula 4,2 persen, sementara proyeksi tahun ini tetap kontraksi 4 persen.
"Penurunan itu akibat kemerosotan pada ekspor, tetapi stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang diambil otoritas mulai berpengaruh, sementara depresiasi mata uang lokal membantu," kata Blanchard.
Ekonom mengatakan, negara-negara Asia akan lebih baik daripada Eropa dan AS di bulan-bulan mendatang, tapi tidak akan sepenuhnya pulih sebelum pasar ekspor mereka membaik.
Blanchard mengaitkan kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini terhadap spekulasi, yang dapat mempengaruhi harga tapi tidak terlalu lama.
Dia mengatakan, harga minyak diharapkan tidak menembus 70 dolar AS per barel, yang tidak akan melukai pemulihan ekonomi global. [*/cms]