INILAH.COM, Jakarta - Jargon capres-cawapres yang didengungkan selama kampanye pilpres dianggap meng-copy paste slogan ekonomi pemimpin di negara Amerika Latin. Jualan ekonomi tersebut merupakan isu yang paling diminati masyarakat.
"Pemimpin-pemimpin di sini memang mengambil jargon politik dari negara lain seperti Amerika Selatan. Tetapi tidak dipahami apa maknanya. Seperti Presiden Bolivia Evo Morales dan Venezuela Hugo Chavez reformasi ekonomi dan pemerintahan," jelas Sosiolog UGM Arie Sujito.
Hal tersebut disampaikan dia dalam diskusi 'Mengukur Kebijakan Sosial Kerakyatan Capres-cawapres' di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (24/6).
Kandidat doktor Sosiologi UGM ini menilai jargon reformasi ekonomi dan pemerintahan memang terlihat efektif. Namun hal tersebut akan bermanfaat jika mengacu pada masalah riil atau kebutuhan masyarakat selama ini.
"Tapi bangsa ini tidak semata-mata menyukai hal-hal dari jargon. Di Indonesia latahnya luar biasa. Di Indonesia memastikan bahwa negara harusnya bebas dari pasar," ujarnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !