inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Ngaku Netral, Main di Belakang'

Oleh: Abdullah Mubarok
Rabu, 24 Juni 2009 | 15:50 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Media jangan terjebak dengan istilah politik 'media harus netral'. Media bukan rumah sakit yang harus steril dari 'bakteri'.

"Saya suka menyebutkan pers independen. Sama seperti nama media di luar negeri," kata wartawan senior Budiarto Sambazy dalam diskusi 'Intervensi media dalam kampanye pilpres 2009' di kampus Moestopo, Jakarta, Rabu (24/6).

Budiarto mencontohkan ketika Pilpres Amerika Serikat lalu, media telah memutuskan dukungannya. "Bayangkan saja hari-hari ini media massa di bagian editorial belum menulis tentang dukungan atau tidak mendukung pasangan calon," tutur dia.

Dilanjutkannya, media bisa juga menggabungkan keduanya. Hal ini harus dijelaskan alasan mengapa memberikan dukungan atau tidak.

"Misalnya Obama popularitasnya naik atau pemimpin baru. Jadi harus begitu. Jangan netral seperti bermain di belakang punggung demi kepentingan lain, dan iklan," pungkasnya. [bar/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.