inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pertumbuhan Q2 dan Q3 Lebih Lambat

Headline
istimewa
Oleh:
Rabu, 24 Juni 2009 | 17:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ikhsan mengatakan, pertumbuhan ekonomi (PE) pada kuartal II dan kuartal III akan lebih lambat dibandingkan dengan kuartal I yang mencapai 4,4 persen.

"Kuartal pertama digerakkan stimulus pajak juga stimulus politik pemilihan legislatif. Untuk kuartal II pemilihan presiden lebih lemah dalam mendorong perekonomian, juga di sisi lain stimulus infrastruktur belum akan berjalan. Begitu pula di semester III," katanya di Jakarta, Rabu (24/6).

Ia menambahkan pihaknya pesimistis untuk stimulus infrastruktur dapat terserap dengan optimal, sebab hingga saat ini stimulus baru terserap dua persen. "Mungkin di semester IV, tapi kalau lihat 2008 dari dua persen defisit hanya bisa 0,1 persen. Ya bagaimana, apalagi saat ini ada ketakutan terhadap KPK, dan lainnya," katanya.

Di sisi lain, menurut dia, ekspor belum membaik. Terutama ekspor non migas masih akan tertekan, seiring dengan terkontraksinya perdagangan dunia.
"Kalau negara besar seperti AS, Jepang dan Eropa belum pulih, ekspor juga tertahan. Apalagi negara-negara G20 juga hampir semuanya kontraksi," katanya.

Namun demikian, menurut dia, ekspor sektor komoditas justru akan meningkat seiring dengan meningkatnya harga-harga komoditas dan juga dipicu oleh kenaikan harga minyak.Harga minyak menurut dia akan berada di level 75 dolar AS per barel di akhir tahun.

"Ini juga akan memicu kenaikan harga komoditas, dan ini berarti pertumbuhan di Kalimantan dan Sumatra yang merupakan daerah dengan komoditas, bukan di Jawa," katanya.

Sementara itu, ia memperkirakan pada 2009 pertumbuhan ekonomi sebesar 4,0 persen. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh inflasi yang rendah rata-rata sekitar 5,4 persen selama 2009 atau sekitar 4,5 persen di akhir tahun.

Sedangkan rupiah menurut dia akan stabil dan menguat di level Rp9.500 per dolar AS atau rata-rata dalam satu tahun sebesar Rp10.325 per dolar AS. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.