INILAH.COM, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk menargetkan, laba bersih pada 2009 tumbuh dua digit dibandingkan laba tahun 2008 yang mencapai Rp707,79 miliar.
"Kita berharap laba bersih bisa tumbuh dua digit sejalan dengan perkiraan melonjaknya trafik jalan tol," kata Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansyah, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (24/6).
Menurut Reynaldi, perkiraan pertumbuhan trafik tol juga akan mendongkrak pendapatan pada 2009, dari pendapatan 2008 tercatat Rp3,7 triliun. "Hingga Juni 2009 pendapatan Jasa Marga sudah mencapai Rp1,2 triliun-Rp1,3 triliun," katanya.
Ia menjelaskan, pencapaian pendapatan tahun ini akan didorong peningkatan trafik jalan tol.
Gambaran trafik jalan tol Jasa Marga selama tahun 2008 meningkat 2,5 persen dibanding tahun 2007.
Sementara hingga kuartal I 2009 trafik sudah meningkat sekitar 3 persen dibanding peroode sama 2008. "Kalaupun ada penurunan trafik di golongan II (truk), tambahnya, tidak terlalu pengaruh kepada karena kontribusi jenis truk hanya sekitar 10 persen terhadap pendapatan," ujar Reynaldi.
Ia menambahkan, semester I trafik tol lebih rendah karena banyak hari libur, namun sesuai siklus semester II trafik akan lebih tinggi.
Pada tahun 2009, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp4,7 triliun. "Dana capex yang sudah dialokasikan mencapai Rp1 triliun untuk proses operasional, pengadaan peralatan rutin," katanya.
Serapan dana capex yang relatif kecil itu diutarakan Reynaldi, karena untuk proses pembebasan lahan masih menggunakan dana bergulir Badan Layanan Umum (BLU) pemerintah.
"Biasanya proses pengadaan dan tender dilakukan pada semester I, baru semester II ada pencairan atau pembayaran," ujarnya.
Terkait pengelolaan jembatan Suramadu yang baru saja dioperasikan, Reynaldi menuturkan Jasa Marga mendapat fee sebesar Rp10,8 miliar. "Fee pengeloaan selama 18 bulan sejak Juni 2009, atau sekitar Rp550 juta per bulan hingga Desember 2010," katanya. [*/cms]