INILAH.COM, Jakarta - Ketua PBNU Hasyim Muzadi membantah jika dirinya dianggap mengarahkan organisasinya mendukung salah satu capres-cawapres.
"NU akan berdiri sendiri dan netral pada Pilpres, karena NU bukan bagian dari partai politik manapun," ujar Hasyim di kawasan Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, Rabu (24/6).
Meski secara organisasi PBNU netral, namun menurut mantan cawapres Megawati ini secara perorangan warga NU bebas menentukan pilihan pada Pilpres. Mengenai banyaknya ulama yang secara perseorangan ataupun kelompok mendukung salah satu pasangan capres-cawapres, tutur dia, itu sah-sah saja. Sepanjang sesuai dengan hati nurani dan pilihan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
"Selain pemimpin terpilih, pemilih juga ikut bertanggung jawab terhadap perkembangan bangsa, dan menentukan mau dibawa kemana bangsa ini," ujarnya.
Dijelaskan dia, secara umum pasangan JK-Wiranto memang masih menjadi pilihan kalangan ulama di Indonesia. Namun tidak sedikit ulama yang mendukung pasangan SBY-Boediono ataupun Mega-Prabowo.
"Saya kira antara pasangan JK-Win dan NU memiliki ikatan emosional dan rasa kebersamaan sehingga banyak kalangan ulama mendukung pasangan tersebut," terangnya.
Ketika didesak siapa capres-cawapres pilihannya, Hasyim tidak enggan menyebutkan. Terkait banyaknya dukungan para ulama dapat menimbulkan perpecahaan pasca pilpres mendatang, ia menolaknya. Bahkan ia optimistis tidak akan terjadi konflik di kalangan ulama.
"Saya kira setelah ataupun menjelang pilpres tidak akan terjadi perpecahan antar ulama NU," pungkasnya. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !