INILAH.COM, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan merampungkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Banten Labuan berdaya 2x300 megawatt (MW) milik PT Perusahaan Milik Negara (PLN Persero) pada September 2009.
Demikian dikatakan Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo melalui siaran tertulis, di Jakarta,kemarin. "Proyek ini diharapkan selesai Commercial Operation (COD) pada September 2009 untuk unit satu, dan Desember 2009 untuk unit dua," katanya.
Untuk proyek senilai Rp800 miliar ini, dikerjakan bersama kontraktor asal China, Chengda ini akan memasok tambahan daya listrik sebesar 600 MW untuk Pulau Jawa dan Bali. Proyek tersebut meliputi pekerjaan sipil dan arsitektur (on-shore) senilai Rp398,2 miliar dan pekerjaan EPC yang mencakup Jetty Marine Work senilai Rp403 miliar.
PLTU ini diharapkan akan mejadi pembangkit pertama yang akan beroperasi sebagai bagian proyek pembangkit 10.000 MW. Saat ini kedua kontrak tersebut telah memasuki tahapan penyelesaian atau kurang lebih sudah 90 persen.
Bintang mengungkapkan, pengerjaan proyek pembangkit PLTU 2 Banten Labuan merupakan proyek tercepat di antara proyek 10.000 MW lainnya, sekaligus menjadi proyek percontohan PLTU yang lain. Sejak pemancangan tiang pertama (ground breaking) pada April 2007 lalu, proyek ini telah melakukan First Erection Steel Structure pada Desember 2007 dan melakukan First Firing pada 12 Mei 2009.
PLTU 2 Banten Labuan menempati lahan seluas 66,8 hektar dimana sekira 60 persen digunakan untuk pembangkit unit satu dan dua dan 40 persen untuk ekstensi unit tiga dan empat. Proyek ini terletak di tepi pantai karena menggunakan pendingin one through cooling water system dengan memanfaatkan aliran air laut untuk memudahkan pasokan batu bara yang dilakukan melalui laut. [*/hid]