INILAH.COM, London - Harga minyak kembali tergelincir pada perdagangan Rabu (24/6), yang dipicu oleh respon trader terhadap laporan mingguan inventaris sumber energi Amerika Serikat dan usainya pertemuan The Fed yang membahas kebijakan moneter.
Harga London Brenth North Sea untuk kontrak Agustus turun 31 sen menjadi US$ 68,49 per barel. Sementara harga kontrak minyak pada New York's futures turun 30 sen menjadi US$ 68,94 per barel.
Sebelumnya, harga kontrak minyak pada kedua perdagangan naik US$ 1,5 pada perdagangan Selasa (23/6) berkaitan dengan keadaan politik dan lemahnya nilai tukar dolar AS.
Dalam waktu dekat, Departemen Energi AS akan mengumumkan jumlah inventaris mingguan yang berakhir 19 Juni lalu. AS merupakan negara pengguna energi terbersar.
"Hasil yang akan diumumkan pemerintah AS siang ini (waktu setempat), akan menyita perhatian semua terlebih pada jumlah gasolin," ujar Andrey Kriyuchenkov analis VTB Capital.
Analis juga mengatakan, perhatian akan tersita pada pertemuan US Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan membahas suku bunga yang akan berdampak pada dolar AS. [mre/cms]