Minggu, 27 Mei 2012 | 03:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Survei LSI Hanya Lelucon
Headline
inilah.com /Agus Priatna
Oleh:
web - Kamis, 25 Juni 2009 | 08:36 WIB
SEHARUSNYA rilis LSI ditanggapi sebagai bahan lelucon saja, tidak perlu sampai bersitegang apalagi adu jotos.
Survei LSI memang lucu. Cobalah simak survei yang ditayangkan Metro TV pada 2 April lalu. Pada slide pertama terlihat grafik popularitas SBY berada jauh lebih tinggi dari pada Megawati. Lalu pada slide kedua, terlihat grafik popularitas JK, Prabowo, Sultan, serta Wiranto yang terus menurun. Saat ditanya mengapa Wiranto menurun.
Dody Ambardi, analis LSI menjawab, popularitas Wiranto menurun karena muncul capres lainnya. Lucu bukan! Apakah pemilih SBY dan Mega demikian loyal sehingga munculnya capres baru tidak menggoyahkan pilihannya, dan hal sebaliknya terjadi pada pemilih Wiranto. Lalu apakah Prabowo, JK, dan Sultan hanya sanggup mengambil pemilih Wiranto. Jika memang demikian makin banyak capres makin habis suara Wiranto.
Jika kita amati dari setiap rilis LSI memang sejak lama SBY menghendaki pilpres satu putaran. Dari rilis-rilis LSI terlihat lawan terberat tetapi yang dapat dikalahkan adalah Mega.
SBY tidak pernah memperhitungkan jika JK dan Wiranto tetap akan maju sebagai capres dan cawapres. Karena itulah sebagai lembaga yang didanai SBY, LSI selalu meng-counter setiap klaim JK-Win. Seperti Burhanuddin Muhtadi yang mengatakan isu jilbab tidak diterima publik. Padahal terlihat jelas jika publik sangat menerima isu ini.
Untuk Prabowo sendiri, sejak awal SBY tidak menghendaki kemunculannya. Langkah pencapresannya selalu dijegal, mulai dari memecah belah partai yang akan mendukung Prabowo seperti PAN
dan PPP sampai kesalahan perhitungan kursi oleh KPU. Jadi makin jelas jika LSI dan
KPU merupakan tim sukses SBY.

Rianto Nugroho
ryanthonugroho@yahoo.com [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
8 Komentar
Andri M
Sabtu, 27 Juni 2009 | 01:19 WIB
Silakan di google: "LSI survei pemilu 2004". hasilnya cukup akurat memprediksi kemenangan SBY-JK. survei pilkada and pemilu legislatif kemarin juga cukup akurat.
andi malaria
Jumat, 26 Juni 2009 | 15:43 WIB
yang penting fuluuuuussss boooook
Anak cikeas
Jumat, 26 Juni 2009 | 13:56 WIB
mana ada survey LSI yang akurat..Yg akurat cuma Quick Qount kalau QQ aku juga bisa karena kreterianya cuma 1 yaitu hasil TPS. Ingat pemilu thn 2004 LSI di kontran ama Mega dan mengatakan mega akan menang 60 % tapi akhirnya kalah 40 %..Pemilu Legislatif 2009 LSI katakan Demokrat 30 % PKS 20 %..Tapi hasilnya jauh dari akurat Kita harus hati-hati dengan pelacur intelektual yang harganya lebih rendah dari pelacur jalanan
Andri M
Kamis, 25 Juni 2009 | 22:42 WIB
Track record survei LSI sejak pemilu 2004 hingga pilkada2 dan terakhir pemilu legislatif kemarin, cukup akurat. Hasil survei utk pilpres, meski ada kemungkinan tidak tepat, sebenarnya bisa dijadikan patokan
doni pati jail
Kamis, 25 Juni 2009 | 17:09 WIB
wah... pada sirik aja ,yang penting sby "MENANG !!!!!! ", POKOKEE MENANGGG !!!!!, SAMPAI KIAMAT MENANGGG!!!!, puas dah ...
Anti Neolib
Kamis, 25 Juni 2009 | 11:30 WIB
Hati-hati dengan Pemimpin yang Munafik Allah akan marah Bencana dimana-mana akan membawa kesengsaraan..Mengaku santun tapi arogan..Ungkit masalah sara..Ikut aturan tapi melanggar... JANGAN PILIH PEMIMPIN YANG MUNAFIK ORANG MUNAFIK KE LAUT AJE JADI PRESIDENT BERSAMA RATU NYAI RORO KIDUL
benny achmad
Kamis, 25 Juni 2009 | 10:30 WIB
kalaupun SBY menang, dg cara-cara seperti itu....malu donk..ngaku santun & kesatria.... :-(
nur
Kamis, 25 Juni 2009 | 09:57 WIB
setuju. memang incumbent yang satu ini ngotot banget. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah JK menuju RI 1, untuk indonesia lebih baik, insya Allah...amiiiiin
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.