INILAH.COM, Jakarta - PT Arrtu Mega Energie mempercepat rencana pembangunan kilang pendolahan Dimethyl Ether (DME) dengan bahan baku batubara di Eretan, Indramayu, Jawa Barat mulai September 2009.
Demikian diungkapkan Presiden Direktur Arrtu Mega Energie, Christoforus Richard kemarin di Jakarta seperti dikutip harian ekonomi nasional. "Ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan gas cair sehingga dipercepat dari rencana semula akan membangun pabrik 2010," katanya.
Kilang pengolahan yang akan dibangun Arrtu Mega itu berkapasitas 2 x 400.000 tom per tahun. Selain pabrik DME mereka juga akan mendirikan pabrik untuk memproses gasifikasi batubara muda menjadi methanol di Riau dengan kapasitas 900.000 ton per tahun.
pabrik gasifikasi ini akan selesai setahun menjelang kilang DME di Indramayu mulai berproduksi. Saat ini proses konstruksi pabrik DME membutuhkan waktu 2 tahun. jadi Arrtu akan memasok DME ke Pertamina mulai 2011. "Saat ini kami sedang membahas porsi kepemilikan. Pertamina mungkin hanya 20% dengan komitmen membeli seluruh produk DME," katanya.
DME merupakan senyawa kimia berbentuk gas yang barakteristiknya sama dengan LPG. Beberapa negara sudah menggunakan DMR antara lain China, Australia, Jepang, Iran dan Mesir. Pasokan DME dari Arrtu Mega akan membantu pertamina memenuhi kebutuhan LPG yang terus naik setiap tahunnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !