INILAH.COM, Jakarta - Untuk melunasi biaya akuisisi, PT Gozco Plantations (GZCO) berniat mencari pendanaan eksternal sebesar Rp 178 miliar. Akuisisi ini memakan biaya sebesar Rp 466 miliar.
"Kita harap prosesnya sudah bisa selesai besok, karena persiapannya sudah semua dan hari ini hanya meminta persetujuan saja," ujar Presiden Direktur GZCO Tjandra Gozali, Jakarta, Kamis (25/6).
Perseroan hari ini telah mendapat persetujuan dari pemegang sahamnya untuk melakukan rencana ekspansi berupa akusisi 100% kepemilikan saham PT Palma Sejahtera.
Akusisi dilakukan dalam dua jenis transaksi yaitu melalui pembelian 1000 saham Palma dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham atau setara dengan Rp 1 miliar dan pembelian obligasi wajib konversi senilai Rp 465 miliar.
Untuk pendanannya, perseroan akan menggunakan dana sisa initial public offering (IPO) sebesar Rp 287,95 miliar. "Sisanya kita cari dari luar bisa berupa MTN (medium term notes) atau loan," ujar Tjandra. Dengan demikian, dana yang masih dibutuhkan perseroan adalah sebesar Rp 178,05 miliar.
Namun, perseroan masih belum menentukan pilihan pendanaan eksternal. "Itu (batas pelunasan akuisisi) kan 2 tahun, jadi kita masih cari yang terbaik," ujarnya.
Sebelumnya, perseroan berniat untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar, namun ditengah jalan dibatalkan. "Kita batalkan karena waktu itu menggunakan laporan keuangan 2008, sementara Juni sudah akan berakhir jadi kita batalkan saja," ujarnya.
Dengan adanya akusisi ini, maka luas lahan perseroan akan menjadi 126 ribu hektar dan luas lahan tertanam menjadi 24,58 ribu hektar. Jumlah pabrik kelapa sawit pun jadi bertambah 1 lagi dengan kapasitas 45 ton per jam. "Kita memilih akuisisi Palma karena lahan yang mereka miliki sebagian besar tanamannya berada di usia puncak,"pungkasnya. [mre/hid]