INILAH.COM, Jakarta - Pada tahun 2009, PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) mempersiapkan dana untuk transaksi marjin sebesar Rp400 miliar, walaupun nasabah Trimegah masih memilih untuk bertransaksi marjin dengan menggunakan uang pribadi.
Demikian diungkapkan Direktur Trimegah, Karman Pamurahardjo saat paparan publik di Jakarta, Kamis (25/6). "Dana Rp400 miliar itu belum digunakan sama sekali. Bahkan, dulu kita pernah melempar marjin hingga Rp1 triliun," tegas Karman.
Dana untuk transaksi marjin ini, ujar Karman, diperoleh dari kas perseroan dan pinjaman 4 bank, yakni Bank Permata, Bank BCA, Bank Mandiri dan satu Bank yang masih dalam perjanjian. Masing-masing bank tersebut memberikan pinjaman sebesar 25%.
Perseroan berharap nasabah Trimegah dapat menggunakannya hingga Rp200 miliar. "Dulu sumber pendanaan kita berasal dari premium notes (PN), namun tidak kita pakai lagi dan saat ini posisi PN kita nol," tegas Karman.
Transaksi marjin ini juga menyumbang sebesar 8% dari pendapatan perseroan, walaupun turun dibanding 2008 sebesar 27%. "Sekitar Bulan Juni-Juli kita punya bond mencapai Rp245 miliar, dan kita belum ada rencana untuk issue bond," tandasnya. Saat ini, posisi kas perseroan mencapai Rp250 miliar. [san/cms]