INILAH.COM, Jakarta - Isu neoliberalisme yang mendera pasangan SBY-Boediono sampai saat ini masih tetap hangat untuk dibahas. Bahkan adanya iklan SBY terbaru yang dinilai secara tegas menunjukan bahwa SBY-Boediono memang neolib.
"Iklan neolib terbukti pada iklan SBY yang terakhir," kata Pengamat Politik UI Syamsul Hadi dalam diskusi publik 'Hentikan hegemoni rezim neoliberal quo vadis demokrasi ekonomi politik pasca pilpres 2009' di Bakoel Koffie, Jakarta, Kamis (25/6).
Menurut Syamsul, pada iklan SBY-Boediono yang terbaru itu menggambarkan suasana para guru, petani, buru dan nelayan yang mengucapkan terimakasih kepada SBY karena sudah memperhatikan dan membantu. Namun saat itu SBY mengatakan, "jangan berterima kasih kepada saya, tetapi saya yang harus berterima kasih pada Anda semua."
"Itu berarti menunjukan pemerintah memang neolib tidak punya peranan," ujarnya.
Syamsul juga mengatakan, secara tidak langsung SBY sedang membuka aibnya sendiri di depan masyarakat. "Ketika dia sedang mengatakan bahwa pemerintah tidak berbuat apa-apa. Rakyatlah yang bekerja bukan pemerintah, sebenarnya ini niat baik tapi malah buka kartu," tambahnya. [win/ana]