INILAH.COM, Jakarta - PT Bayan Resources (BYAN) menargetkan pencapaian volume penjualan 2009 sebesar 10 juta ton. Sebagian akan disumbang dari beroperasinya pabrik briket baru pada kuartal III ini.
"Produksi sudah terjual dalam kontrak untuk tahun ini sebesar 10 juta ton," ujar Direktur Utama BYAN Chin Wai Fong, di Gedung World Trade Center Jakarta, Kamis (25/6).
Target tersebut juga akan ditunjang dengan beroperasinya pabrik briket baru pada kuartal III ini. "Untuk awal kita perkirakan produksi 300 ribu ton sepanjang 3 bulan," tambah Sekretaris Perusahaan BYAN Jenny Quantero.
Pabrik tersebut menghabiskan investasi sebesar US$68 juta dalam bentuk joint venture dengan White Energy Ltd., sebuah perusahan energi asal Australia, dan terletak di Tabang Kalimantan Timur. "Komposisinya 49% Bayan dan 51% White Energy," ujar Jenny.
Untuk jangka panjang, pabrik tersebut diharapkan dapat memproduksi hingga 15 juta ton per tahun. "Kalau saat ini kita targetkan produksinya 1 juta ton per tahun, kalau 15 juta ton itu jangka panjang," ujar Jenny.
Perseroan hingga kuartal I 2009, telah berhasil melebihi target volume penjualan yaitu sebesar 1,8 juta ton. "Kuartal I, penjualan tercapai 2,4 juta. Ini melebihi target awal 1,8 juta ton," ujar Jenny.
Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor perseroan adalah Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, dan India.
Sementara mengenai rencana akuisisi tambang batu bara, Chin menjelaskan hingga kini masih dalam tahap penjajakan. "Belum banyak yang bisa dijelaskan. Tapi semua tambangnya terletak di Kalimantan," pungkas Chin. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !