inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Yah! Bank Lebih Tertarik Miliki SUN

Headline
Foto/Bayu Suta
Oleh:
Jumat, 26 Juni 2009 | 06:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Penurunan bunga kredit perbankan akan menunggu penurunan imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN). Saat ini instrumen SUN lebih menarik daripada mengucurkan kredit.

Demikian diungkapkan ekonom senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ikhsan di Jakarta kemarin. "Perbankan di saat seperti ini tentu lebih suka memasukkan uangnya di SUN dibandingkan disalurkan ke kredit. Tentu saja SUN dinilai lebih aman saat ini, dengan imbal hasilnya yang tinggi juga menjadi daya tarik. Jadi perbankan ke depan sulit untuk menurunkan suku bunganya, kecuali imbal hasil SUN turun cepat," katanya.

Menurut dia, kondisi perbankan saat ini juga tidak memiliki banyak pilihan. Perbankan tetap akan memberikan bunga kredit yang cukup tinggi sesuai dengan risiko yang masih di hadapi.

Apalagi, instrumen keuangan seperti SUN dan sukuk yang menawarkan imbal hasil yang cukup tinggi yang bisa menjadi tempat penempatan dana yang menarik bagi bank.

Di sisi lain, instrumen itu juga menjadi pesaing perbankan dalam merebut dana pihak ketiga, sehingga pilihan perbankan untuk menurunkan suku bunga menjadi sangat kecil.

Pengamat ekonomi Tony A Prasetyantono mengatakan, perbankan saat ini masih menunggu aliran dana dari luar masuk kembali ke Indonesia (capital inflow) guna mendorong pelonggaran likuiditas sehingga dapat memberikan ruang untuk menurunkan suku bunga kreditnya.

"Saya berharap, ke depan kita masih punya dua momentum untuk menarik capital inflow, memperkuat rupiah dan memperlonggar likuiditas. Jika ini terealisasi, saya yakin bisa menjadi modal bank untuk menurunkan suku bunganya," paparnya.

Ia menjelaskan dua momentum tersebut adalah pengumuman inflasi pada bulan Juni. Bila inflasi masih sangat terkendali, hal itu akan dinilai perekonomian Indonesia masih tetap baik. Hal ini akan menarik investor untuk masuk ke Indonesia.

Kedua, menurut dia adalah pelaksanaan pemilihan presiden. Bila nantinya pemilihan presiden berjalan dengan lancar. Hal ini akan memperkukuh pandangan Indonesia yang memiliki stabilitas politik yang baik. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.