Minggu, 27 Mei 2012 | 06:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemerintah Miliki Stok 'Crude' 11 Jt Barel
Headline
Purnomo Yusgiantoro - Foto/ Bayu Suta
Oleh:
web - Jumat, 26 Juni 2009 | 11:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah mengungkapkan bahwa posisi stok minyak mentah atau crude hingga saat ini tercatat sebesar 11 juta barel.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat (26/6) mengatakan, posisi stok tersebut cukup sebagai katup pengaman untuk mencapai target produksi atau lifting minyak mentah sesuai APBN 2009 sebesar 960.000 barel per hari. "Kami optimis mencapai target lifting dengan posisi stok sebesar itu," katanya.

Produksi minyak mentah sampai 14 Juni 2009 tercatat mencapai 953.000 barel per hari atau 99,27 persen dari target APBN sebesar 960.000 barel per hari. Apalagi, lanjutnya, pemerintah masih mempunyai sejumlah lapangan yang bisa menambah produksi minyak mentah sampai akhir 2009.

Lapangan minyak tersebut antara lain Banyu Urip, Kangean, Tangguh, Sukowati, dan Kodeco KE 38. "Jadi, kami tidak khawatir dengan pencapaian target produksi 960.000 barel per hari," kata Purnomo.

Deputi Perencanaan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Achmad Lutfi menambahkan, Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu akan mulai produksi sebesar 20.000 barel per hari pada akhir Agustus atau awal September 2009. "Dengan asumsi tersebut, maka Cepu akan menambah produksi minyak sepanjang tahun 2009 sekitar 5.000 barel per hari," ujarnya.

Produksi pertama minyak Blok Cepu sebesar 20.000 barel per hari berulang kali mundur dari target yang ditetapkan.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan produksi pertama Cepu pada akhir tahun 2008, namun terakhir, produksi ditargetkan mulai akhir Agustus 2009.

Ada tiga permasalahan dominan yang menghambat produksi minyak Blok Cepu yakni pembebasan lahan, bencana alam yang terjadi di Houston, AS, sehingga membuat penyelesaian fasilitas produksi menjadi mundur, dan kendala ijin dari Bupati Tuban, Jatim.

Dari produksi 20.000 barel per hari tersebut, sebanyak 14.000 barel per hari di antaranya direncanakan masuk ke fasilitas penampungan Petrochina dan 6.000 barel per hari diproses di kilang PT Tri Wahana Universal (TWU). Blok Cepu baru akan berproduksi puncak sebesar 165.000 barel per hari pada tahun 2012-2013. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.