INILAH.COM, Jakarta - Kematian popstar Michael Jackson yang pertama kali menyebar secara online merupakan bukti bahwa dunia memasuki era digital. Selamat tinggal televisi dan radio, kini internet bakal mulai merajai arus informasi dunia.
Media pertama yang memberitakan kematian Jacko adalah situs TMZ.com, pada pukul 17.20, Kamis (25/6) waktu setempat. Mulanya, banyak yang tidak mempercayai berita itu dan berbagai pertanyaan pun timbul di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Berita itu pun menjadi sebuah nilai plus bagi TMZ yang dimiliki oleh jaringan media raksasa AS, AOL.
"Semua bermula dari hal kecil, kami tentu tak akan mengangkatnya jika tak yakin," papar Redpel TMZ, Harvey Levin, dilansir dari situsnya, Jumat (26/6).
Kematian Jacko kemudian dikonfimasikan kebenarannya oleh dua situs besar, Los Angeles Times dan AP. Baru beberapa saat kemudian stasiun televisi CBS dan ABC meramaikan kematiannya Jacko yang bersamaan dengan aktris senior pemeran Charlie's Angels, Farah Fawcett.
Di situs jejaring sosial, Jacko menjadi topik pembicaraan yang ramai sejak Presiden AS Barack Obama terpilih menjadi presiden November 2008 lalu.
"Trafik meningkat dua kali biasanya sejak berita kematian Jacko muncul, pengguna menyampaikan duka cita mereka," ungkap salah satu pendiri Twitter, Biz Stone. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !